Pemprov Jabar Genjot Nyari Gawe, Siswa SMA/SMK Wajib Siap Kerja Sejak Kelas 12

Pemprov Jabar mempercepat sosialisasi aplikasi Nyari Gawe sebagai strategi konkret menekan pengangguran lulusan sekolah.

Pemprov Jabar Genjot Nyari Gawe, Siswa SMA/SMK Wajib Siap Kerja Sejak Kelas 12
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, pemanfaatan aplikasi tidak boleh setengah hati. Sekolah diminta bergerak serentak agar siswa benar-benar siap menghadapi dunia kerja sejak sebelum lulus. (dok)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar mempercepat sosialisasi aplikasi Nyari Gawe sebagai strategi konkret menekan pengangguran lulusan sekolah. Platform digital ini ditargetkan menjadi pintu utama akses informasi kerja bagi siswa kelas 12 SMA dan SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, pemanfaatan aplikasi tidak boleh setengah hati. Sekolah diminta bergerak serentak agar siswa benar-benar siap menghadapi dunia kerja sejak sebelum lulus.

"Saya minta sosialisasi ini dilakukan secara masif melalui struktur sekolah. Mulai dari kepala sekolah, wali kelas hingga Bursa Kerja Khusus (BKK)," ujar Purwanto, Jumat (3/4/2026).

Pemprov Jabar, kata dia, tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi. Pengawasan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan aplikasi benar-benar dipahami dan digunakan siswa.

"Bahkan, ada potensi sidak dari Gubernur sehingga kesiapan siswa dalam mengoperasikan aplikasi menjadi penting," ucapnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, Disnakertrans Jabar mencatat pertumbuhan signifikan sejak aplikasi Nyari Gawe diluncurkan pada Oktober 2025.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja, Hendra Kusuma Sumantri menyebut, antusiasme masyarakat terus meningkat.

"Hingga akhir Maret 2026, tercatat lebih dari 382 ribu pencari kerja telah terdaftar, dengan total lebih dari 14 ribu lowongan pekerjaan dari ratusan perusahaan yang tergabung," ungkapnya.

Aplikasi Nyari Gawe tidak hanya berfungsi sebagai papan lowongan kerja digital. Platform ini dilengkapi fitur berbasis teknologi untuk meningkatkan peluang pengguna, antara lain pencarian kerja berbasis lokasi, pelacakan status lamaran, tes psikologi dan analisis profil berbasis kecerdasan buatan (AI profile analysis).

Dengan sistem ini, pengguna dapat memperoleh rekomendasi pekerjaan yang lebih sesuai dengan kompetensi mereka.

Pemprov Jabar melalui Disnakertrans juga terus mendorong perusahaan untuk aktif bergabung, membuka lowongan, dan melaporkan proses rekrutmen secara transparan melalui platform tersebut.

"Ke depan, aplikasi Nyari Gawe akan dikembangkan menjadi platform multi-channel, termasuk berbasis website guna memudahkan perusahaan dalam mencari kandidat sesuai kebutuhan industri," katanya.

Optimalisasi aplikasi ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara lulusan sekolah dan kebutuhan industri di Jawa Barat.

"Sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di tengah dinamika pasar kerja yang terus berkembang," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani