Penanaman 2 Ribu Pohon, Sertai Peringatan Harsiarda 2024

Penanaman dua ribu pohon, menyertai Peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat, yang rangkaian acaranya telah dimulai sejak 14 Mei lalu hingga 9 Juni mendatang.

Penanaman 2 Ribu Pohon, Sertai Peringatan Harsiarda 2024
Penanaman dua ribu pohon, menyertai Peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat, yang rangkaian acaranya telah dimulai sejak 14 Mei lalu hingga 9 Juni mendatang.

INILAHKORAN, Bandung - Penanaman dua ribu pohon, menyertai Peringatan Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat, yang rangkaian acaranya telah dimulai sejak 14 Mei lalu hingga 9 Juni mendatang.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat Adiyana Slamet menuturkan, penanaman dua ribu pohon ini merupakan bentuk tanggungjawab insan penyiaran baik televisi maupun radio, terhadap lingkungan.

Pohon yang ditanam lanjut Adiyana, merupakan tumbuhan memiliki nilai ekonomi seperti durian, nangka, jeruk, cengkeh, alpukat dan lain-lain. Harapannya, tumbuhan tersebut kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Di Cimenyan (Kabupaten Bandung). Wakaf bibit ini kami serahkan pemeliharaannya kepada petani dan masyarakat. Satu bibit itu sudah termasuk dengan biaya pemeliharaannya. Jadi tidak hanya diserahkan, tapi kami berpikir sosioekonomi juga," ujar Adiyana dalam konperensi pers Harsiarda 2024, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 30 Mei 2024.

Kegiatan tersebut lanjut dia, sebagai bentuk upaya bersama mencegah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor melalui reboisasi.

"Jadi kami insan penyiaran ingin dedikasikan diri kami untuk penghijauan di Jawa Barat," ucapnya.

Selain itu kata Adiyana, dalam Harsiarda 2024 bertajuk Penyiaran Berkeadilan ini disertai roadshow di enam kota pada 14 Mei-4 Juni, broadcasting expo pada 8 Juni dan perayaan puncak pada 9 Juni, disertai dengan jalan sehat di Gedung Sate, Kota Bandung.

Harsiarda 2024 ini sambung dia, sekaligus menjadi momentum penguatan kembali lembaga penyiaran sebagai media informasi dan edukasi terpercaya bagi masyarakat.

Sebab Adiyana meyakini, lembaga penyiaran masih menjadi ujung tombak dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Jawa Barat. Meski di tengah disrupsi teknologi yang semakin massif berkembang pada saat ini.

"Di Jawa Barat, ada 476 lembaga penyiaran, enam asosiasi, ditopang lembaga negara dan disupport oleh pemerintah. Harapan kami, kami ingin kampanye kepada masyarakat, ingatkan bahwa ada televisi dan radio yang programnya sesuai regulasi dan sehat untuk dikonsumsi," imbuhnya.

Sesuai dengan semangat Pemprov Jabar, dimana semua institusi atau lembaga dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Ketua Panitia Harsiarda 2024 Roni Tabroni menambahkan, ada dua paramater yang menjadi fokus insan penyiaran Jawa Barat dalam perhelatan kali ini.

"Keterlibatan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat," imbuhnya.

Sementara Kabid IKP Diskominfo Jabar Viky Edya Martina Supaat mengatakan, Pemprov mengapresiasi perhelatan Harsiarda edisi kali ini. Dimana isu lingkungan turut menjadi perhatian. Hal ini menurutnya selaras dengan tema, yakni penyiaran berkeadilan.

"Adil tidak hanya di udara, tetap juga di darat," ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong lembaga penyiaran di Jawa Barat untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman saat ini.

"Hal ini harus dipandang sebagai tantangan dan peluang, untuk menyebar kebaikan sebanyak-banyaknya. Kami dari Pemprov, orientasi untuk kebaikan penting tapi jangan kalah sama zaman. Harus bisa mengikuti audiens," pungkasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana