Pencak Silat, Warisan yang Ingin Terus Berdenyut

PEMKAB Bandung mendorong pencak silat tetap hidup lintas generasi. Dukungan anggaran dan pembinaan menjadi bagian dari upaya tersebut.

Pencak Silat, Warisan yang Ingin Terus Berdenyut
DUKUNGAN ANGGARAN: Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong penguatan pembinaan pencak silat melalui dukungan anggaran bagi paguron yang telah memenuhi persyaratan administrasi. (INILAH/DANI R NUGRAHA)

Pencak silat bukan sekadar gerak bela diri yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di dalamnya, ada seni, budaya Sunda, pembentukan karakter, hingga peluang melahirkan atlet berprestasi. Potensi inilah yang ingin diperkuat Pemerintah Kabupaten Bandung melalui pembinaan paguron, dukungan anggaran, dan rencana pagelaran berskala nasional.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mendorong agar pembinaan pencak silat tidak berhenti pada pelestarian tradisi. Paguron atau perguruan pencak silat perlu mendapat dukungan agar mampu mengembangkan kegiatan sekaligus memperluas ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal olahraga tradisional tersebut.

Salah satu langkah yang disiapkan ialah memperkuat administrasi paguron. Dadang meminta Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung mendampingi perguruan dalam melengkapi persyaratan, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta mengurus perizinan sesuai ketentuan.

Menurut Dadang, kelengkapan administrasi menjadi dasar bagi paguron untuk memperoleh dukungan anggaran pemerintah. Karena itu, pendampingan diperlukan agar perguruan yang memenuhi persyaratan dapat mengakses dukungan pembinaan secara optimal.

“Apabila sudah ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang sudah ditertibkan dan izin dari Dinas Kebudayaan sudah diterbitkan, maka wajib hukumnya Dinas Kebudayaan untuk menganggarkan kepada para paguron tersebut,” kata Dadang di Soreang, Senin (12/10).

Dukungan terhadap paguron diharapkan membuat pembinaan berlangsung lebih terarah. Namun, upaya itu tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan keberadaan perguruan. Pemerintah Kabupaten Bandung juga ingin membuka ruang yang lebih luas bagi pesilat untuk menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.

Peluang tersebut salah satunya melalui rencana penyelenggaraan Pagelaran Pencak Silat Nasional. Dadang menyatakan Kabupaten Bandung siap menjadi tuan rumah kegiatan yang melibatkan seniman, pesilat dari berbagai daerah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baginya, kegiatan berskala nasional itu perlu dirancang agar memberi manfaat lebih luas daripada sekadar pertunjukan seni dan budaya.

“Kita siap untuk jadi tuan rumah Pagelaran Pencak Silat Nasional di Kabupaten Bandung. Nanti kita kemas seperti apa sehingga ini ada empat manfaat,” ujarnya.

(dani r nugraha/gin)


Editor : Inilahkoran