Pengakuan Mengejutkan dari Teman Pelajar SMKN 4 yang Tewas Ditembak oleh Polisi di Semarang
Kasus pelajar SMKN 4 berinisial GRO (17) yang tewas ditembak oknum polisi di Semarang hingga kini masih menjadi sorotan dan menuai kecaman publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kasus pelajar SMKN 4 berinisial GRO (17) yang tewas ditembak oknum polisi di Semarang hingga kini masih menjadi sorotan dan menuai kecaman publik.
Fakta baru soal pengakuan mengejutkan dari teman GRO, korban penembkan polisi di Semarang ini pun mulai terungkap.
Salah seorang siswa bernama Adi mengaku dirinya diajak tawuran oleh korban GR. Namun, dia menolak ajakan tersebut.
Kemudian, GR kembali meminta Adi untuk mengambilkan senjata tajam jenis cobek (Parang panjang) sepanjang 1,5 meter di lantai 2 rumahnya dan diminta menyerahkan ke GR.
"Awalnya saya diajak ikut tawuran sama GR, tapi saya gak mau. Kemudian saya disuruh mengambil sajam dan akhirnya korban mengajak ini semua, pak," tutur Adi.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengkonfirmasi adanya seorang pelajar berinsial GR (17) yang tewas akibat tertembak senjata api (senpi) miliki anggota polisi.
Irwan mengatakan insiden tewasnya pelajar itu terjadi pada Minggu (24/11/2024) dini hari di wilayah Semarang Barat.
"Pada Minggu dini hari kemarin kata menangani atau menerima laporan setidaknya ada 3 peristiwa tawuran antar genk atau antara krea di Kota Semarang terjadi di titik Kecamatan Gayamsari, Semarang Utara, dan di Semarang Barat," kata Irwan.
Kendati demikian, publik masih tidak percaya dengan alasan di balik penembakan yang dilakukan Aipda RZ hingga menewaskan pelajar berinisial GRO (17).
Editor : Firda Rachmawati

