Penurunan Muka Air Waduk Saguling Dekati Batas Bawah Normal, IP UBP Saguling: Kemungkinan Bakal Modifikasi Cuaca
PT PLN Indonesia Power UBP Saguling selaku pengelola Waduk Saguling mencatat, penurunan muka air waduk telah mendekati batas bawah normal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - PT PLN Indonesia Power UBP Saguling selaku pengelola Waduk Saguling mencatat, penurunan muka air waduk telah mendekati batas bawah normal.
Hal itu disampaikan Manager Sipil dan Lingkungan UBP Saguling, Prajamukti Ediatmaja. Menurutnya, tinggi muka air Waduk Saguling saat ini adalah 636 meter, sementara batas bawah adalah 625 meter.
Secara pola operasi waduk tahunan, jelas Prajamukti, kondisi Tinggi muka air Waduk ini masih dalam Batas Operasi Normal Waduk Saguling.
"Dalam pengoperasian PLTA, tiap bulan UBP Saguling berkoordinasi dengan 3 pengelola waduk, BMKG, PLN P2B, dan BBWS selaku regulator dalam forum TKPBKC," katanya belum lama ini.
Dalam forum tersebut, kata Prajamukti, disepakati kondisi ketersediaan air yang ditentukan berdasarkan rencana produksi UBP Saguling dan 2 PLTA lainnya dengan memperhatikan kebutuhan pengairan di Waduk Jatiluhur.
"Akibat kondisi penurunan itu, operasional PLTA ikut berpengaruh terutama dalam jumlah pengoperasian turbin," ujarnya.
Saat ini, sebut Prajamukti, terdapat 4 turbin di PLTA Saguling dengan status 2 turbin beroperasi normal dan 2 turbin dalam masa pemeliharaan periodik.
"Untuk pola pembebanan pengoperasian mengikuti kebutuhan sistem kelistrikan," sebutnya.
Lebih lanjut Prajamukti menuturkan, penurunan muka air waduk disebabkan kondisi curah hujan turun kerena masuk musim kemarau.
"Tercatat, debit air masuk ke Waduk Saguling saat ini 34,2 meter kubik per detik. Sedangkan di puncak musim hujan debit air masuk ke waduk capai 157 meter kubik per detik," tuturnya.
Kendati demikian, sambung Prajamukti, berdasarkan rencana tahunan operasi Waduk Saguling, kondisi saat ini masih dalam batas operasi normal. Batas Operasi Normal bulan Agustus berada pada kisaran 634 meter.
"Saat kondisi puncak hujan debit yang masuk di waduk dapat mencapai 157 meter kubik per detik sementara musim kemarau adalah 18.51 meter kubik per detik. Kondisi realisasi debit saat ini adalah 34.2 meter kubik per detik," tuturnya.
Prajamukti menilai, jika penurunan air terus terjadi, bukan tak mungkin pengelola waduk akan melakukan modifikasi cuaca atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Menurutnya, hal ini dilakukan agar pasokan air untuk kegiatan PLTA dan pengairan tetap terjaga.
"Dengan pengaturan pola operasi dan rencana akan melakukan TMC pada awal musim penghujan di Oktober 2024," tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani

