Percepat Perbaikan Jalan KBB-Cianjur yang Diterjang Longsor, Pemda Bandung Barat Minta Badan Geologi Buatkan Kajian
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah bersurat kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) agar segera dibuatkan kajian dampak bencana longsor yang mengakibatkan jalan penghubung KBB-Cianjur rusak parah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah bersurat kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) agar segera dibuatkan kajian dampak bencana longsor yang mengakibatkan jalan penghubung KBB-Cianjur rusak parah.
Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan secara permanen jalan yang diterjang longsor tersebut.
Diketahui, bencana tanah longsor di Kampung Tugu, RW 01/RT 05 Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat menggerus jalan sepanjang 100 meter pada Selasa 14 Mei 2024 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Akibatnya, akses jalan penghubung antara KBB dan Kabupaten Cianjur terputus yang secara otomatis menghambat aktivitas warga.
"Kami sudah bersurat ke Badan Geologi. Kemarin warga terdampak juga menanyakan apakah mereka itu aman di sana. Ternyata mereka juga sudah ada kesadaran ke sana, jadi masyarakat juga menunggu hasilnya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir kepada wartawan.
"BPBD KBB saat ini sedang komunikasi dengan Badan Geologi. Kami harus petakan dulu karena posisi jalan dengan rumah yang terdampak longsor agak jauh juga posisinya," sambungnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin sempat menyinggung penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) terkait perbaikan atau pembangunan ruas jalan alternatif KBB-Cianjur tersebut.
"Kami akan menunggu dari Pemda KBB terlebih dahulu. Jika membutuhkan bantuan Pemprov Jabar maka kami akan memberikan (BTT) itu," kata Bey saat meninjau lokasi kejadian, Rabu 15 Mei 2024.
"Yang terpenting kan masalah ini cepat tertanggulangi karena kalau lama kasian masyarakat ini jalan vital," tambahnya.
Sebagai informasi, dampak bencana tanah longsor di Kecamatan Gununghalu, KBB tersebut tidak hanya memutus akses jalan penghubung KBB-Cianjur di Desa Sindangjaya, namun juga merusak fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di 10 titik, 6 diantaranya tertimbun longsor.
"Dampak (longsor) membuat 25 PJU di sepanjang ruas Jalan Cilangari, Gununghalu sempat mengalami mati total dan yang tidak terdampak langsung longsor sudah kembali menyala," kata Kepala Bidang Teknik Prasarana Dishub Bandung Barat, Herry Arifin.
Herry menyebut, satu panel kontrol yang terdiri dari 25 titik PJU yang sempat mengalami mati total. Namun tak berlangsung lama lantaran langsung ditangani.
"Tapi memang ada beberapa yang masih dalam perbaikan terutama yang perlu penggantian komponen," sebutnya.
Pihaknya pun terus berupaya untuk memfungsikan PJU yang masih bisa digunakan atau dinyalakan baik yang dari arah Cilangari maupun dari arah Gununghalu.
Meski begitu, untuk PJU yang terdampak sebagian telah diamankan, kecuali yang masih tertimbun oleh longsoran.
"Tiangnya tidak ada yang patah tapi hanya bengkok saja. Kerusakan pada bagian panel. Untuk PJU yang terdampak longsor belum setahun terpasang. Itu merupakan pengadaan tahun 2023," katanya.
Berdasarkan data BPBD KBB, jumlah jiwa yang terdampak longsor Gununghalu sebanyak 57 KK terdiri dari 155 jiwa. Ini meliputi 4 rumah rusak berat, 7 rumah rusak ringan serta sebanyak 42 rumah terancam longsor susulan.
Tak hanya itu, lahan persawahan warga seluas 50 hektare tertimbun hingga petani mengalami gagal panen. Bahkan jaringan listrik sempat terputus, sedangkan di Desa Bunijaya 3 rumah rusak ringan akibat diterjang longsor.
Di lokasi berbeda, bencana tanah longsor juga menerjang Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, KBB. Sedikitnya, 2 rumah mengalami rusak berat, 1 rumah rusak ringan, dan 9 rumah terancam longsor susulan. Sehingga di lokasi ini juga perlu ada percepatan penanganan.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana

