Peringati Hari Rabies Sedunia, Dispernakan KBB Gelar Vaksinasi Gratis 2.000 Dosis
Menyambut peringatan Hari Rabies Sedunia setiap 28 September, Dispernakan KBB meluncurkan serangkaian aksi nyata dan edukasi publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menyambut peringatan Hari Rabies Sedunia setiap 28 September, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meluncurkan serangkaian aksi nyata dan edukasi publik.
Mengusung tema global “Satu Tujuan, Banyak Peran, Satu Gerakan Bersama”, seluruh upaya itu ditujukan sebagai langkah strategis menuju wilayah KBB yang bebas dari ancaman penyakit rabies.
Kepala Dispernakan KBB Wiwin Aprianti menjelaskan, tema tahun ini memiliki makna pembebasan rabies tidak bisa dilakukan secara sepihak, namun menuntut kolaborasi lintas sektor.
Mulai dari pemerintah, tenaga profesional kedokteran hewan, Dinas Kesehatan, komunitas, masyarakat luas, hingga mitra global, semuanya memiliki peran krusial yang saling melengkapi.
"Sinergi tersebut menjadi kunci agar setiap aksi pencegahan berdampak maksimal," kata Wiwin, Kamis (17/9/2026).
Pada momen itu, Dispernakan menyelenggarakan program vaksinasi rabies gratis dengan target capaian 2.000 dosis. Program ini melibatkan partisipasi aktif dokter hewan profesional dari klinik swasta, unit usaha mitra, serta komunitas dan warga di berbagai kawasan perumahan se-KBB.
"Adapun syarat hewan divaksinasi adalah dalam kondisi sehat, usia minimal 4 bulan, dan tidak sedang bunting," sebutnya.
Selain vaksinasi, tersedia pula program sterilisasi kucing bersubsidi yang telah berjalan sejak awal September 2026 dengan target masing-masing 100 ekor jantan dan 100 ekor betina.
"Layanan ini dapat diakses di Klinik Hewan Cempakamekar (0812 21161676) dan Klinik Hewan Cisarua (0821 20500301)," ujarnya.
"Sementara biaya bersubsidi ditetapkan, untuk jantan Rp185.000 dan betina Rp260.000," sebutnya.
Wiwin menyebut, untuk syarat teknisnya mencakup hewan sehat, usia minimal 7 bulan, jantan telah turun testis, betina tidak bunting atau telah melahirkan minimal 1,5 bulan, serta wajib dipuasakan 8 jam sebelum operasi.
"Sistem kesiapsiagaan juga diperkuat melalui tim respon cepat penanganan kasus gigitan hewan penular rabies," ungkapnya.
Tim bekerja sama dengan Dinas Kesehatan KBB serta jaringan kader zoonosis yang tersebar di setiap desa. Puncak kampanye edukasi direncanakan digelar melalui media sosial berupa siaran langsung atau podcast Instagram bertajuk 'Talkshow Satu Tujuan Bebas Rabies, Stronger Together' yang dijadwalkan bertepatan pada 28 September 2026.
Melalui momentum ini, Dispernakan KBB mengimbau masyarakat untuk wajib memvaksinasi anjing, kucing, musang, dan monyet peliharaan setiap tahun, tidak membiarkan hewan berkeliaran bebas.
Kemudian, segera cuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit lalu lari ke fasilitas kesehatan, serta segera lapor jika menemukan kasus gigitan atau gejala rabies.
"Untuk kemudahan akses layanan dan pengaduan cepat, masyarakat dapat menghubungi layanan Amanah Quick Respon di nomor 0811 200762 yang siap melayani urusan perikanan, peternakan, kesehatan hewan, hingga pengolahan hasil binaan dinas," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

