Pertamax Naik 30 Persen, Begini Reaksi DPRD Jawa Barat
PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) per Rabu (10/6/20
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) per Rabu (10/6/2026).
Untuk Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat, harga Pertamax mengalami kenaikan sekitar 30 persen, dari semula Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 yang sebelumnya dibanderol Rp 12.900 per liter, naik menjadi Rp 17.000 per liter.
Sisi lain, harga BBM bersubsidi dipastikan tidak mengalami perubahan. harga Pertalite tetap berada di angka Rp 10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp 6.800 per liter.
Menyikapi kenaikan dua jenis BBM nonsubsidi ini, Anggota DPRD Jabar, Zaini Shofari menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan negara dalam menjaga stabilitas kebutuhan dasar semakin ringkih.
Pemerintah lanjut Zaini, mulai goyah dalam mengelola fiskal seiring tekanan penerimaan negara yang semakin berkurang, lemahnya rupiah terhadap dolar, hingga geopolitik global.
Meski mayoritas masyarakat tidak menggunakan BBM jenis Pertamax maupun Pertamax Green, tetap saja kata Zaini memengaruhi komoditas lainnya.
"Biasanya kalau BBM naik, berarti kebutuhan menjadi ikut naik juga. Karena kebijakan energi itu dari pusat, berarti semakin terbatas kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi," ujar Zaini saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Rabu (10/6/2026).
Sembari berkelakar, Zaini juga menyebut bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tidak lagi layak dipanggil 'Mas Bahlil Ganteng' karena akhirnya tidak mampu menjaga stabilitas harga BBM di Indonesia.
"Jadi 'Mas Bahlil Ganteng' dipertanyakan (sekarang), karena naik oge (juga). Kan dulu ada lagu itu, karena berhasil tidak menaikkan harga bensin," canda Zaini.
Terlepas dari itu, ia memastikan kenaikan BBM nonsubsidi, Pertamax dan Pertamax Green pasti berdampak ke masyarakat luas, meski mayoritas menggunakan BBM subsidi, Pertalite.
"Kalau bensin naik, otomatis kebutuhan bakal naik. Yang ditakutkan ini kan (harga) kebutuhan pokok, sangat bergantung di kampung-kampung, di daerah. Betul tidak menggunakan dolar. Tapi kan ini dibuktikan, meskipun Pertamax ya. Di kampung memang tidak pakai Pertamax, tapi kan tetap (akan kena dampak)," tandasnya.
Editor : JakaPermana

