PKL Kota Bandung Ditoleransi Selama Ramadan Asal Jaga Ketertiban
Satpol PP mentolerasnsi keberadaan PKL di beberapa titik keramiaian saat Ramadan asalkan jaga ketertiban dan keamanan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, penindakan terhadap pedagang kaki lima (PKL) selama Ramadan lebih banyak dilakukan dengan cara persuasif. Bulan suci, menjadi momentum mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi tanpa mengabaikan aturan.
“Penindakan banyak, banyak yang di zona merah. Cuma kebanyakan kita persuasif, kita menegur saja. Ya memang sih, bulan Ramadan bulan berkah. Tapi selama mereka menjaga keteraman, keteriban terutama jangan sampai membuat pengunjung kesal atau bagaimana,” kata Bambang Sukardi, Sabtu 14 Maret 2026.
Menurut dia, toleransi diberikan selama PKL tidak mengganggu ketertiban umum. Meski ada jalur yang sebenarnya termasuk zona merah seperti di Jalan Citarum, kebijakan diambil berdasarkan kesepakatan bersama dengan jajaran kewilayahan.
“Karena merupakan suatu kesepakatan kewilayahan, kami pun akan membantu untuk masalah kreditnya di sana. Itu ditolerasi, karena sudah agenda rutin setiap tahunnya daripada kewilayahan,” ucapnya.
Bambang menekankan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam pengambilan keputusan. Forkopimcam, KUKM hingga aparat kewilayahan dilibatkan agar kebijakan tidak menyalahi aturan.
“Karena yang Citarum sudah rutin, merupakan komitmen yang sudah dibangun sebelumnya dan itu tidak melanggar aturan dan didukung juga oleh KUKM. Selama tidak melanggar aturan, ya kita dukung,” ujar dia.
Meski begitu, pihaknya menegaskan zona merah tetap tidak akan diberikan izin. Penindakan tetap dilakukan, namun dengan cara yang lebih mengedepankan teguran. “Selama tidak mengganggu dari ketertiban umum, ya kita support lah gitu,” ucapnya.
Di pusat kota kata Bambang, kondisi relatif aman. Hingga saat ini belum ada pelanggaran besar yang ditemukan. “Pusat kota alhamdulillah aman. Sampai saat ini belum ada pengurusan apapun. Berarti selama ini bisa dikondusifkan lah. Ya wajarlah ada yang kucing-kucingan,” tandas dia.
Editor : Ahmad Sayuti

