PM Pakistan Kecam Upaya Serangan Drone Dekat Makkah, Serukan Dialog
PM Pakistan Shehbaz Sharif mengecam upaya serangan drone dekat Makkah dan menyerukan seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam upaya serangan pesawat nirawak atau Drone di dekat kota suci Makkah, Arab Saudi. Ia menyerukan seluruh pihak yang bertikai menahan diri dan mengedepankan dialog untuk mencegah eskalasi konflik.
“Saya mengecam dengan tegas upaya serangan Drone yang keji dan biadab terhadap Situs Suci Makkah Al-Mukarramah,” ujar Sharif dalam unggahan di platform X, Rabu.
Sharif kembali menyerukan agar seluruh pihak mengendalikan diri secara maksimal dan menjauh dari potensi eskalasi lebih lanjut.
“Wilayah kita telah menderita terlalu banyak akibat konflik. Dialog dan diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan berkelanjutan menuju perdamaian,” katanya.
Sharif juga memuji angkatan bersenjata Arab Saudi atas ketelitian, keberanian, dan profesionalisme dalam menangani insiden tersebut.
“Pakistan berdiri teguh, bahu membahu dengan Kerajaan Arab Saudi sebagai negara sahabat, dalam mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya, serta menjaga keamanan dan kesucian Dua Kota Suci (Makkah dan Madinah)—sebuah kewajiban yang dipegang teguh oleh setiap rakyat Pakistan,” ujarnya.
Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi pada Rabu dini hari melaporkan bahwa pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah Drone yang disebut diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman di dekat Makkah.
Namun, kelompok Houthi membantah bertanggung jawab atas peluncuran Drone tersebut.
Juru bicara koalisi Saudi, Turki al-Malki, mengatakan Drone itu berhasil dicegat sekitar pukul 18.50 waktu setempat pada Selasa atau pukul 22.50 WIB. Drone tersebut disebut berhasil dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terbatas, sementara puing-puingnya jatuh di wilayah selatan Makkah.
Insiden tersebut terjadi di tengah hubungan pertahanan yang semakin erat antara Pakistan dan Arab Saudi.
Kedua negara pada tahun lalu menandatangani perjanjian pertahanan bersama. Kerja sama tersebut kemudian diikuti pakta pertahanan trilateral yang melibatkan Pakistan, Arab Saudi, dan Turki di Makkah pada Agustus.
Seruan Sharif untuk mengedepankan dialog disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik yang dapat berdampak pada keamanan regional.***
Editor : JakaPermana

