Pasca Terbunuhnya Pasutri asal Pakistan, Bakesbangpol Bogor Panggil NGO
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor Ferdinando Selmi Pardede segera berkomunikasi dengan NGO yang menjamin pengungsi asal Pakistan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor Ferdinando Selmi Pardede segera berkomunikasi dengan non-governmental organization (NGO) yang menjamin pengungsi asal Pakistan.
Hal itu dilakukan pasca peristiwa kematian pasangan suami istri (pasutri) asal Pakistan yang dibunuh karyawannya di Desa Citeko, Cisarua, Minggu 1 Maret 2026. Jasadnya ditemukan di Padalarang, KBB.
Kedua korban pembunuhan yaitu Mohamad Afzal (56) dan Fizza Afzal merupakan warga negara Pakistan yang memiliki toko sembako di sebuah Ruko Pafesta, Cisarua.
Keduanya dibunuh MH (23) warga Desa Batulayang, Cisarua. Alasan pelaku karena dia sakit hati karena kerap dituduh sebagai pencuri.
"Kami akan berkomunikasi dengan NGO yang mengkordinir pengungsi asal Negara Pakistan, terkait status imigrannya dan juga untuk menjaga kondusifitas pasca kejadian pembunuhan," kata Ferdinando, Senin 9 Maret 2026.
Ferdinando menuturkan, pihaknya akan berupaya agar konflik antara imigran dengan Warga Negara Indonesia (WNI) tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Oleh karena itu, kami butuh peran NGO untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan, bagaimana cara berbaur dengan masyarakat setempat," tutur Ferdinando.
Dia menjelaskan, jumlah imigran di Kawasan Puncak, terutama di Kecamatam Cisarua dan Kecamatan Megamendung terhitung sebanyak 1.000 jiwa.
Selain berasal dari Pakistan, imigran asal Afghanistan merupakan paling banyak ada di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
"Data jumlah imigram ini fluktuatif, karena mereka juga kerap berpindah-pindah tempat tinggal termasuk ke Kabupaten Cianjur dan lainnya," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

