Polres Bogor dan Dirtjen Gakkum KLH Selidiki Penyebab Tewasnya AHM, Pegawai DLH Kota Bogor

Tewasnya Agus Hari Mulyana, seorang ASN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor saat  sedang bertugas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang akhirnya diselidiki aparat penegak hukum (APH).

Polres Bogor dan Dirtjen Gakkum KLH Selidiki Penyebab Tewasnya AHM, Pegawai DLH Kota Bogor

INILAHKORAN, Bogor - Tewasnya Agus Hari Mulyana, seorang ASN Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor saat  sedang bertugas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang akhirnya diselidiki aparat penegak hukum (APH).

Tak tanggung  - tanggung, dua institusi langsung menyelidiki penyebab tewasnya pria berusia 49 tahun tersebut, pada Senin pagi, 11 Agustus yang lalu.

"Kami beberapa hari lalu sudah meminta keterangan sejumlah saksi dari DLH Kota Bogor dan juga keluarga almarhum Agus Hari Mulyana, sehari setelah penghimpunan atau pengumpulan keterangan, ternyata bahan - bahan penyelidikan kami diminta oleh Dirtjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)," kata Kasar Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara kepada wartawan, Minggu, 24 Agustus 2025.

AKP Teguh Kumara menuturkan, jajarannya masih menunggu kepastian, apakah perkara ini diambil alih oleh KLH, atau seperti apa.

"Kami menunggu informasi dari KLH, untuk berkordinasi lebih lanjut terkait penyelidikan atas tewasnya AHM. Yang pasti, tidak boleh ada dua penyelidikan dalam perkara yamg sama," tutur AKP Teguh Kumara.

Ia menjelaskan, bahwa APH menyelidiki penyebab tewasnya Agus Haris Mulyana, karena diduga ada pelanggaran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Seperti diketahui, sampah di TPA Galuga diduga over capacity atau kelebihan muatan, dimana sampah dari Kota maupun Kabupaten Bogor, dibuang di TPA Galuga yang kewenangannya berada di wilayah Kota Bogor.

"Apakah ada kelalaian atau murni kecelakaan kerja, kami mendalami informasi. Belum ada dugaan Pasal yang bakal disangkakan kepada pihak manapun," jelasnya.

Sebelumnya, Agus Hari Mulyana yang sedang mengoperasikan buldozer mendorong dan menggeser tumpukan sampah, justru menenggalamkannya dalam tumpukan sampah.

Korban yang merupakan supir beko sedang meratakan sampah di TPA Galuga, Cibungbulang yang pengelolaannya di Pemkot Bogor.

Korban diketahui meninggal dunia karena mengalami luka dibagian kepala dan badannya.

Kapolsek Cibungbulang Kompol Hery Hermawan menjelasķan, bahwa korban tertindih beko yang ia kendarai.

Korban, Agus Hari Mulyana berhasil dievakuasi oleh teman-temannya, juga dengan menggunakan alat berat atau beko.

"Dari lokasi kejadian, teman - teman korban mengegevakuasi, lalu korban dibawa menngunakan plastik hitam besar. Naas, ketika dibawa ke Rumah Sakit, ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," jelas Kompol Hery Hermawan.

Ia menambahkan jika gunungan sampah di TPA Galuga tidak aman untuk di jangkau oleh siapapun terlebih pemulung sehingga pihaknya memasang garis police line di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kompol Hery Hermawan pun mengingatkan kepada para pemulung dan pekerja di kawasan TPA Galuga untuk waspada dan berhati hati Pasca terjadinya insiden operator bulldozer meninggal tertimbun tumpukan sampah.(Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti