Polsek Cibinong Lakukan Penyelidikan Tewasnya Warga Puri Nirwana 3, Korban Diduga karena Terdorong si Istri
Polsek Cibinong melakukan penyelidikan atas tewasnya warga Perumahan Puri Nirwana 3, Kelurahan Karadenan, Cibinong.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Polsek Cibinong melakukan penyelidikan atas tewasnya warga Perumahan Puri Nirwana 3, Kelurahan Karadenan, Cibinong.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Cecen Effendy (48). Ia pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh istrinya RA (37). Berdasarkan keterangan saksi-saksi, RA dan korban CE sempat berselisih paham.
"Kami melakukan penyelidikan atas telah ditemukan seorang laki-laki (Cecep Effendy) dalam kondisi meninggal dunia, yang diduga akibat terdorong dan terbentur sesuatu kemudian terjatuh dan meninggal dunia," terang Kapolsek Cibinong Kompol Waluyo kepada wartawan, Kamis 31 Oktober 2024.
Dia menerangkan, kronologis kejadian pada Selasa 29 Oktober 2024 sekitar pukul 02.00 WIB berdasarkan dari keterangan yang didapati di TKP, saksi RA dan anaknya yang bernama AP (4) pulang ke rumah korban setelah sebelumnya menginap di rumah keluarga saksi di Desa Semplak, Kemang, Kabupaten Bogor.
"Istri dan suami tersebut ribut atau bertengkar terkait masalah ekonomi, sehubungan saat ini korban sedang sakit struk dan sudah tidak bekerja dan hanya mengandalkan gaji yang di ATM, gaji tersebut dikuasai oleh korban Cecen Effendy," terang Kompol Waluyo.
Ia menuturkan hasil pemeriksaan dari saksi bahwa awalnya saksi dan korban baik baik saja, bahkan korban sempat membuatkan mie rebus untuk saksi (istrinya).
Namun karena mie rebus tersebut kurang matang saksi tidak mau memakannya, kemudian menjadi awal pertengkaran. Terlebih saat saksi mempertanyakan kartu ATM gaji korban yang selama ini disembunyikan korban dan tidak pernah memberitahu atau menyerahkannya kepada saksi selaku istrinya.
"Akibat selisih paham tersebut keduanya bertengkar hingga akhirnya berdasarkan korban pergi ke dapur sambil mengatakan
'ayo kita bunuh-bunuhan saja' dan diketahui korban mengambil dua bilah pisau dapur, kemudian dari jarak sekitar tiga meter korban melemparkan pisau dapur ke arah saksi yang sedang dalam posisi duduk di tempat tidur. Namun pisau tersebut jatuh ke bawah kolong tempat tidur yang berada di ruang tengah kemudian korban mendekati saksi dan berusaha menyerang saksi menggunakan sebilah pisau dapur lainnya ke arah wajah saksi yang saat itu posisi saksi masih sedang duduk di tempat tidur, karena untuk membela diri dari serangan korban tersebut, akhirnya saksi mendorong tubuh korban dan saksi langsung berlari keluar rumah untuk bersembunyi, sehubungan takut dikejar korban," tuturnya.
Setelah saksi bersembunyi di luar, sekitar 10 menit kemudian saksi kembali ke rumah untuk melihat kondisi korban dan ketika di lihat dari celah pintu, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tidur miring di depan lemari televisi yang berada di ruang tengah dengan kondisi dari hidung mengeluarkan darah.
"Karena istrinya panik, selanjutnya ia meminta pertolongan kepada saksi kedua AS yang kemudian datang ke rumah saksi/korban dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidur miring dan hidung mengeluarkan darah dan menduga korban telah meninggal dunia," tambah Kompol Waluyo.
Selanjutnya AS memberitahukan kejadian tersebut kepada Ketua RW yang kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas berikut Kapolsek Cibinong, Kanit reskrim dan anggota untun melakukan olah TKP.
Hingga berita ini ditulis, korban sudah dievakuasi pihak Kepolisian ke RS Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta dan dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Editor : Doni Ramdhani


