PPDB 2022, Disdik Kota Bandung Sebut Ada Lima SD Minim Pendaftar

Disdik Kota Bandung menyebut sebanyak lima SD minim pendaftar pada penerimaan peserta didik baru atau PPDB 2022 untuk sistem zonasi.

PPDB 2022, Disdik Kota Bandung Sebut Ada Lima SD Minim Pendaftar
Pada PPDB 2022, Disdik Kota Bandung menyebutkan ada lima SD minim pendaftar.

INILAHKORAN, Bandung - Disdik Kota Bandung menyebut sebanyak lima SD minim pendaftar pada penerimaan peserta didik baru atau PPDB 2022 untuk sistem zonasi tahap dua.

Pada laman ppdb.bandung.go.id, SD minim pendaftar itu yakni SD Putraco Indah, SDB Cidadap, SDN Sukaraja, SDN Cilandak, dan SDN 217 Sarijadi. Disdik Kota Bandung merilis, pada PPDB 2022 pendaftar di sekolah tersebut hanya terhitung sebanyak 3-10 calon siswa.

Ketua Tim PPDB 2022 Kota Bandung Edy Suparjoto membenarkan, terdapat lima SD minim pendaftar. Salah satunya SDN Putraco Indah yang hanya terdapat tiga orang peserta didik yang mendaftar dengan ketersediaan dua kelas. Disdik Kota Bandung pun mengaku terdapat beberapa permasalahan yang menyebabkan pendaftar minim.

Baca Juga: Ketua Komnas PA Emosi, Bukti Soal Dugaan Pelecehan Seksual JE Ditolak Penasihat Hukum dan Majelis Hakim

"Nah ini Putraco Indah baru tiga orang. Sebelumnya kita sudah mengantisipasi agar pendaftar tidak minim di SDN Putraco Indah ini," kata Edy Suparjoto, Selasa 12 Juli 2022.

Menurut Edy Suparjoto, beberapa antisipasi yang dilakukan mengurangi rombongan belajar (rombel) sekolah di SD Pelita dan SD Karang Pawulang yang berada di sekitar. Namun animo masyarakat untuk mendaftar terhadap sekolah tersebut minim.

"Kita sudah antisipasi dengan mengurangi rombel sekolah sekitar, SD Pelita dan Karang Pawulang itu sudah dikurangi agar Putraco Indah bisa penuh oleh peserta didik," ucapnya.

Baca Juga: Lahir dengan Kondisi Kembar Siam, Bayi Asal Cisarua Ini Nyaris Tak Tersentuh Pemda KBB

Edy menyebut, lokasi SDN Putraco Indah sendiri berdekatan dengan dua SDN besar. Selain itu stigma masyarakat yang menilai sekolah tersebut merupakan sekolah inklusi yang diisi peserta didik berkebutuhan khusus.

"Putraco itu ada bebeberapa peserta difasilitasi dari peserta didik kebutuhan khusus sebetulnya bukan (khusus) kebutuhan khusus. Stigma masyarakat Putraco itu sekolah inklusi," ujar dia.

Pihaknya pun terus berupaya agar masyarakat tetap mendaftar ke SDN Putraco, dan bahkan kepala sekolah sudah mengundang berbagai pemangku kepentingan di wilayah. Selain itu para guru yang ada berkualitas. (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran