Produksi Perikanan Kabupaten Cirebon Melonjak
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Maman Suharman
INILAH, Cirebon- Sektor perikanan Kabupaten Cirebon mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.Produksi perikanan budi daya terus meningkat hingga mencapai rekor tertinggi pada akhir Desember tahun lalu.
Sementara perikanan tangkap tetap menjadi penopang penting bagi perekonomian masyarakat pesisir.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, lonjakan produksi didorong oleh peningkatan aktivitas budi daya yang terus menguat pada semester kedua 2025.
"Tren produksi perikanan budi daya terus meningkat sepanjang semester kedua dan mencapai puncaknya pada Desember 2025," kata Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, Sudiharjo Senin(4/8).
Dia menjelaskan, berdasarkan data DKPP Kabupaten Cirebon, pada Desember 2025 produksi perikanan budi daya tercatat mencapai 7.004.263,8 ton. Angka ini melonjak dibandingkan awal Januari 2025 sebesar 3.009.234 ton.
Peningkatan tersebut didominasi hasil budi daya tambak air payau yang mencapai 4.207.000 ton. Sementara budi daya laut menyumbang 2.065.000 ton, dan kolam air tawar menghasilkan 732.263,8 ton.
"Tambak air payau menjadi penyumbang terbesar produksi perikanan budi daya di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.
Produksi budi daya juga menunjukkan tren kenaikan yang konsisten menjelang akhir tahun. Pada bulan September 2025, produksi tercatat 3.968.303 ton, meningkat menjadi 4.833.531,5 ton pada Oktober tahun dan naik menjaduli 5.322.502,4 ton pada November tahun lalu.
"Akhir tahun kemarin akhirnya bisa tembua lebih dari 7 juta ton pada," ucapnya.
Sementara itu, sektor perikanan tangkap tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi perikanan daerah. Selama 2025, alat tangkap arad menjadi penyumbang terbesar dengan produksi mencapai 15.685,31 ton.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan trammel net yang menghasilkan 9.728,52 ton, insang tetap 6.268,71 ton, bubu 4.389,65 ton, serta rawai dasar 1.091,68 ton.
"Perikanan tangkap tetap stabil dan menjadi penopang penting ekonomi masyarakat pesisir," ujarnya. (maman suharman)
Editor : Inilahkoran


