Hunian Vertikal Jadi Solusi Kurangi Backlog
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan hunian vertikal berpotensi menjadi salah satu solusi paling efektif dalam mengurangi backlog perumahan.
"Hunian vertikal berpotensi menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengurangi backlog perumahan, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan," ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Senin (3/8).
Backlog perumahan adalah kesenjangan atau selisih antara jumlah kebutuhan rumah dengan ketersediaan hunian yang layak dan dimiliki sendiri oleh masyarakat.
Heru mengatakan melalui rumah susun, pemanfaatan lahan menjadi jauh lebih efisien sehingga lebih banyak keluarga dapat tinggal dekat pusat pekerjaan, pusat layanan publik, dan jaringan transportasi.
Hal ini juga dapat mengurangi biaya transportasi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup penghuni.
Ke depan, rumah susun bukan lagi sekadar alternatif, tetapi dapat menjadi bagian utama strategi penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kota-kota besar yang menghadapi keterbatasan ruang dan tingginya harga tanah.
"Bahkan pemerintah saat ini mulai mendorong penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah susun sebagai bagian dari upaya percepatan Program 3 Juta Rumah," kata Heru.
Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan penyediaan perumahan di kawasan perkotaan diarahkan melalui pembangunan hunian vertikal.
Dia mengatakan permasalahan penyediaan perumahan terutama di kawasan perkotaan dihadapkan dengan keterbatasan lahan untuk pembangunan rumah.
"Backlog kepemilikan rumah masih menjadi masalah utama, kata dia, secara nasional kepemilikan rumah yang backlog itu 9,6 juta unit berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.
Dia juga menyampaikan tanah-tanah yang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun dan kota satelit bagi masyarakat.
Terkait rumah susun (rusun), katanya, memang menjadi perhatian dari Presiden Prabowo dan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. (bsf)
Editor : Inilahkoran


