Program Food Bank PKB Jabar Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas
Program food bank PKB tak sekadar membeli dagangan untuk kegiatan sosial, namun diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner terus didorong oleh DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat melalui program food bank.
Tidak sekadar membeli dagangan untuk kegiatan sosial, program ini kini diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat bagi para pemilik warung.
Ratusan pelaku UMKM kuliner di Bandung kini mulai dihimpun dalam wadah asosiasi dan koperasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha kecil.
Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda mengatakan, program food bank yang mulai dirintis sekitar dua pekan lalu kini telah memasuki tahap pelembagaan.
"Alhamdulillah, program food bank kini masuk level pelembagaan. Para pemilik warung setuju mendirikan asosiasi dan koperasi. Sekarang mereka bisa saling kenal dan berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas produk," ujar Huda di Kota Bandung baru-baru ini.
Menurutnya, keberadaan asosiasi dan koperasi akan membuat pelaku UMKM kuliner tidak lagi bergerak sendiri-sendiri. Dengan adanya wadah bersama, para pemilik usaha dapat membangun kolaborasi untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas usaha, tim food bank Jawa Barat juga menyiapkan berbagai program pendampingan bagi para anggota. Salah satu yang akan dilakukan adalah menghadirkan tenaga profesional untuk memberikan pelatihan langsung kepada pemilik warung.
"Kami akan adakan coaching dengan mendatangkan chef. Tujuannya agar mereka belajar meningkatkan higienitas, rasa masakan, hingga perbaikan kemasan. Jadi produk mereka makin berkualitas," ucapnya.
Huda menambahkan, jika kualitas produk sudah meningkat, para pelaku usaha kuliner tersebut diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada pembeli di lingkungan sekitar.
Melalui wadah asosiasi dan koperasi, mereka diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, seperti menyediakan katering untuk kegiatan rapat anggota dewan, acara di pemerintah daerah, hingga kerja sama dengan sektor korporasi.
"Kami ingin asosiasi dan koperasi ini bisa menaikkan kualitas sekaligus leverage (mendongkrak) penjualan di level menengah lagi ke depan," katanya.
Pada tahap awal, sekitar 350 pelaku UMKM kuliner di Kota Bandung telah bergabung dalam program food bank dan menjadi pionir penguatan usaha melalui pendekatan kolektif tersebut.
Namun, gerakan ini tidak hanya berhenti di Bandung. PKB Jawa Barat menargetkan program food bank dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan melibatkan anggota legislatif serta struktur partai di tingkat daerah.
"350-an yang di Kota Bandung. Ini sebenarnya ada di seluruh kabupaten kota, karena seluruh anggota Dewan PKB dan struktur DPC harus melaksanakan food bank di daerah masing-masing," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

