Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Berpengaruh terhadap Kualitas Generasi Muda Indonesia

PERLUASAN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal 2026 dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Berpengaruh terhadap Kualitas Generasi Muda Indonesia
Salsabila Imani Putri dan Ingrid Felicia, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin.

PERLUASAN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal 2026 dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. Program ini menyasar pelajar dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan gizi yang masih tinggi.

Pemerintah menilai pemenuhan gizi sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan produktivitas generasi muda. Asupan gizi yang seimbang diyakini mampu meningkatkan konsentrasi belajar, menurunkan angka putus sekolah, serta mendukung kesehatan mental dan fisik pelajar.

Menteri Pendidikan menegaskan bahwa isu gizi dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, banyak pelajar yang mengalami kesulitan belajar bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan akibat kondisi kesehatan dan gizi yang tidak optimal.

“Anak muda adalah aset bangsa. Jika kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi, maka potensi mereka akan sulit berkembang secara maksimal,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi masih ditemukan pada kelompok usia remaja, terutama di daerah tertinggal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya prestasi akademik dan keterbatasan daya saing generasi muda di masa depan.

Di sisi lain, sejumlah organisasi kepemudaan menilai program ini perlu disertai dengan edukasi gizi dan pola hidup sehat. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan pemuda sebagai agen perubahan, baik dalam pengawasan pelaksanaan program maupun dalam kampanye kesadaran gizi di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pengamat kepemudaan juga mengingatkan agar program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bersifat jangka pendek. Menurutnya, kebijakan ini harus terintegrasi dengan peningkatan kualitas pendidikan, fasilitas sekolah, serta ruang partisipasi bagi pemuda agar pembangunan generasi muda berjalan secara berkelanjutan.

Dengan fokus pada pemenuhan gizi dan pemberdayaan pemuda, pemerintah berharap program ini mampu menciptakan generasi muda yang sehat, kritis, dan siap menghadapi tantangan sosial serta ekonomi di masa depan. *** 

Penulis: Salsabila Imani Putri dan Ingrid Felicia
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin


Editor : Gin gin T Ginulur