Program MBG di Bandung Barat Terkendala, Kepala DKPP KBB: SPPG Harus Datangkan Pangan Lokal dari Luar Wilayah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan dari produk lokal.

Program MBG di Bandung Barat Terkendala, Kepala DKPP KBB: SPPG Harus Datangkan Pangan Lokal dari Luar Wilayah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB Lukmanul Hakim mengungkapkan, idealnya SPPG memprioritaskan pemenuhan bahan pangan dari sumber lokal. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan dari produk lokal.

Pasalnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkadang harus mendatangkan pasokan dari luar wilayah untuk mencukupi kebutuhan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB Lukmanul Hakim mengungkapkan, idealnya SPPG memprioritaskan pemenuhan bahan pangan dari sumber lokal.

"Namun, jika ada kekurangan bahan di wilayah lokal, maka SPPG mencari supplier hingga ke luar wilayah," katanya Lukmanul, Kamis 20 November 2025.

Lukmanul menyebut, setiap SPPG membutuhkan sekitar 220 kilogram daging ayam fillet per hari, 150 kilogram sayuran, dan 345 kilogram buah-buahan.

"Itu hanya kebutuhan satu SPPG, sementara di satu kecamatan itu tidak hanya ada satu dapur MBG. Makanya sampai harus mendatangkan pangan dari luar wilayah SPPG," sebutnya.

Tak cuma itu, lanjut Lukmanul, SPPG juga belum melakukan pembelian langsung ke petani. Mereka umumnya berbelanja melalui koperasi yang memperoleh pasokan dari petani sekitar.

Menurutnya, jika pasokan dari petani lokal tidak mencukupi, SPPG baru mencari supplier dari luar wilayah.

"Untuk pembelian langsung ke petani masih kurang. Karena untuk pembelian ke petani, untuk satu jenis komoditas harus dalam jumlah banyak," ucapnya.

"Makanya, pihak SPPG belanja melalui koperasi yang dibeli dari petani sekitar," tuturnya.


Editor : Doni Ramdhani