PSSI Segera Gelar Tender Jersi Timnas, Adidas hingga Brand Lokal Bersaing Jadi Apparel Garuda
PSSI bersiap membuka babak baru dalam kemitraan apparel tim nasional Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan bahwa proses tender jersi Timnas akan segera dimulai, dengan sejumlah brand besar dari dalam dan luar negeri ikut ambil bagian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – PSSI bersiap membuka babak baru dalam kemitraan apparel tim nasional Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan bahwa proses tender jersi Timnas akan segera dimulai, dengan sejumlah brand besar dari dalam dan luar negeri ikut ambil bagian.
"Untuk tender daripada jersi timnas, Aparel Timnas. Alhamdulillah responnya luar biasa, jadi yang sudah masuk dan sudah ditutup 10 Juli, nanti kami akan melakukan tender, yaitu Adidas, Warrix, Kelme, Erspo, Puma, Masagi, dan Riors," ujar Erick Thohir dikutip dari ANTARA.
Nama-nama besar seperti Adidas, Puma, hingga Kelme menjadi sorotan karena reputasi mereka di kancah internasional. Namun tak kalah menarik, beberapa jenama lokal seperti Masagi dan Riors juga ikut serta dalam persaingan.
Saat ini, apparel yang tengah menjalin kerja sama dengan PSSI adalah Erspo, produsen dalam negeri yang mulai memasok jersi Timnas sejak Januari 2024 dan memiliki kontrak berdurasi dua tahun.
Direktur Utama PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI), Marsal Masita, menjelaskan bahwa proses tender telah dibuka dan kini tengah memasuki tahap selanjutnya.
"Harus submit sebelum paling lama tanggal 21, baru nanti mereka akan presentasi satu per satu, baru akan ada penilaian," tutur Marsal dalam kesempatan yang sama.
PT GSI merupakan badan usaha bentukan PSSI yang fokus pada aspek komersialisasi sepak bola Indonesia. Marsal menambahkan bahwa proses penilaian akan mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kualitas produk hingga nilai tambah bagi pengembangan industri olahraga dalam negeri.
Sementara itu, jersi Erspo sendiri baru mulai dikenakan secara resmi oleh para pemain Timnas pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Vietnam pada Maret 2024 lalu, meskipun kerja sama sudah dimulai dua bulan sebelumnya.
Erick Thohir menilai, persaingan ketat antara brand besar dunia dengan brand lokal ini menunjukkan geliat positif dalam industri sepak bola Tanah Air.
"Tetapi juga ada brand dari dalam negeri yang tetap juga mencoba, jadi ini tentu hal-hal yang positif yang kita lihat membangun tadi, bagaimana industri sepak bola kita secara global," pungkasnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


