Pulang Haji, Wajibkah Pakai Gelar Haji? Ini Penjelasan Mendalam Buya Yahya yang Jarang Diketahui

Dalam sebuah ceramahnya, Buya Yahya memberikan penjelasan yang mendalam tentang hukum memakai gelar haji.

Pulang Haji, Wajibkah Pakai Gelar Haji? Ini Penjelasan Mendalam Buya Yahya yang Jarang Diketahui
Pulang Haji, Wajibkah Pakai Gelar Haji? Ini Penjelasan Mendalam Buya Yahya yang Jarang Diketahui

INILAHKORAN, Bandung – Bagi umat Islam yang baru saja menunaikan ibadah haji, pertanyaan tentang bolehkah memakai gelar haji atau tidak mungkin sering muncul.

Hal ini wajar, mengingat di Indonesia, tradisi menyematkan gelar haji di depan nama sudah menjadi kebiasaan.

Namun, apa sebenarnya hukum memakai gelar haji dalam Islam? Apakah wajib? Atau justru sebaiknya dihindari?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan dari ulama ternama Indonesia, Buya Yahya. Dalam sebuah ceramahnya, Buya Yahya memberikan penjelasan yang mendalam tentang hukum memakai gelar haji.

Menurut Buya Yahya, memakai gelar haji hukumnya boleh, tidak wajib, dan tidak haram. Gelar haji merupakan sebuah penanda bagi orang yang telah melaksanakan ibadah haji.

"Memanggil seseorang dengan sebutan Pak Haji atau Bu Haji itu sah-sah saja, tidak masalah. Justru bagus, apalagi kalau niat kita untuk menghormati orang tersebut," ujar Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa gelar haji tidak boleh menjadi sumber kesombongan. Orang yang telah berhaji haruslah tetap rendah hati dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.

"Kalau kita tidak mau memanggil haji yang sombong, ya wajar saja. Kita tidak mau memberi mereka pujian yang justru membuat mereka sombong," jelas Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya juga menjelaskan bahwa tradisi penyematan gelar haji di Indonesia merupakan hal yang boleh-boleh saja.

"Di Indonesia, memang sudah menjadi kebiasaan untuk memanggil orang yang telah berhaji dengan sebutan Pak Haji atau Bu Haji. Hal ini tidak masalah, asalkan niatnya baik," kata Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa orang yang telah berhaji tidak perlu ingin dipanggil dengan gelar haji.

"Kalau ada orang yang tidak mau dipanggil Pak Haji atau Bu Haji, ya tidak masalah. Kita harus menghormati pilihan mereka," ujar Buya Yahya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan