Puluhan Korban Penyalahgunaan Narkotika di KBB Direhabilitasi, BNNK Bandung Barat: Rata-rata Berusia di Atas 18 Tahun
Sepanjang 2022, Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Bandung Barat mencatat terdapat puluhan korban penyalahgunaan narkotika di KBB direhabilitasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sepanjang 2022, Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Bandung Barat mencatat terdapat puluhan korban penyalahgunaan narkotika di KBB direhabilitasi.
Dari puluhan korban penyalahgunaan narkotika di KBB direhabilitasi yang terdiri dari 23 orang tersebut, mayoritas korban penyalahgunaan narkotika berusia di atas 18 tahun. Namun, BNNK Bandung Barat mencatat ada juga beberapa korban yang berusia di bawah 18 tahun.
Konselor Adiksi Ahli Muda BNNK Bandung Barat Avi Rizqi Febrianti Sanusi mengatakan, puluhan korban penyalahgunaan narkotika di KBB direhabilitasi itu atas inisiasi sendiri. Mereka datang sendiri ke kantor BNNK Bandung Barat.
"Kalau yang anak-anak itu rata-rata dibawa orang tuanya. Mungkin orang tuanya sudah melihat adanya perubahan perilaku, ada juga yang orang tuanya curiga karena anaknya sering berkumpul di satu tempat," katanya saat ditemui, 28 September 2022.
Berdasarkan hasil assesmen, sebut dia, tingkat kecanduan puluhan orang tersebut ada pada tingkat sedang hingga ringan dan BNNK Bandung Barat hanya melayani tingkat kecanduan ringan dan sedang saja.
"Kita setingannya rawat jalan, jadi yang dilayani hanya tingkat kecanduan yang ringan sampai sedang. Kalau misalkan ada yang hasil assesment tingkat kecanduannya berat itu biasanya kita rujuk," sebutnya.
Ia menjelaskan, puluhan orang yang direhabilitasi tersebut kebanyakan nya korban dari penyalahgunaan obat-obatan. Namun ada juga sejumlah orang yang menjadi korban dari sabu dan tembakau sintetis gorila.
"Kebanyakan korban kasus obat-obatan terlarang, tapi ada juga sabu dan tembakau gorila. Obat yang disalahgunakannya juga bukan dengan kelas tinggi," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi puluhan korban penyalahgunaan narkotika tersebut kini sudah relatif lebih baik. Kendati demikian, BNNK Bandung Barat bakal terus melakukan pendampingan pemulihan.
"Kita juga masih ada pendampingan pemulihan, itu nanti kita ada kunjungan rumah dan kita akan tess urine lagi," ujarnya.
"Rata-rata delapan sampai 12 kali pertemuan, tergantung tingkat kecanduannya," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


