Puluhan Ribu Siswa Berebut Kursi Sekolah Maung, Begini Respons Disdik Jabar

Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi magnet para siswa. 

Puluhan Ribu Siswa Berebut Kursi Sekolah Maung, Begini Respons Disdik Jabar

INILAHKORAN.ID - Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi magnet para siswa. 

Jumlah pendaftar menembus puluhan ribu orang, menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk masuk ke sekolah maung.

Data Dinas Pendidikan Jawa Barat mencatat, sebanyak 64.405 calon murid mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah maung 2026. Mereka memperebutkan 18.272 kursi yang tersedia di 41 sekolah, terdiri atas 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Besarnya minat masyarakat sudah terlihat sejak masa pendaftaran berlangsung. Hingga 31 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, jumlah pendaftar tercatat mencapai 38.458 orang atau setara 210,53 persen dari kuota yang tersedia sebanyak 18.267 kursi.

Angka tersebut menunjukkan, jumlah peminat telah melampaui dua kali lipat kapasitas yang disediakan pemerintah. Kondisi ini sekaligus menggambarkan tingginya tingkat persaingan yang akan dihadapi calon peserta didik dalam proses seleksi.

Pada jenjang SMA, kuota yang disediakan sebanyak 10.400 kursi dengan jumlah pendaftar mencapai 24.827 orang. Sementara untuk jenjang SMK tersedia 7.867 kursi yang diperebutkan oleh 13.631 pendaftar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto menilai, lonjakan jumlah pendaftar menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan negeri di Jawa Barat.

“Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi ini menjadi indikator bahwa akses dan kualitas pendidikan di Jawa Barat semakin dipercaya. Kami mengapresiasi seluruh calon murid, orang tua, dan satuan pendidikan yang telah mengikuti proses SPMB dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Purwanto, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pemerintah akan memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung sesuai prinsip keadilan dan keterbukaan.

“Kami terus mengawal proses seleksi agar berjalan adil dan transparan. Sistem yang digunakan telah dirancang untuk menjamin proses penerimaan berlangsung sesuai aturan serta mengedepankan prinsip pemerataan akses pendidikan,” ucapnya.

Persaingan paling ketat terjadi di sejumlah sekolah yang menjadi favorit calon murid baru. SMAN 1 Bekasi menjadi sekolah dengan jumlah peminat tertinggi. Sebanyak 2.084 calon murid mendaftar untuk memperebutkan 384 kursi yang tersedia.

Di bawahnya terdapat SMAN 1 Depok dengan 1.909 pendaftar dan kuota 320 siswa. Kemudian SMKN 1 Cimahi yang menerima 1.810 pendaftar dengan daya tampung 672 siswa.

Sementara itu, SMKN 1 Cibinong mencatat 1.557 pendaftar dengan kuota 677 siswa. Adapun dua sekolah unggulan di Kota Bandung, yakni SMAN 5 Bandung dan SMAN 3 Bandung, masing-masing menerima 1.511 dan 1.424 pendaftar dengan kuota yang sama, yaitu 320 kursi.

Di tengah membludaknya jumlah pendaftar, proses verifikasi administrasi terus dilakukan oleh panitia SPMB.
Dari total pendaftar yang masuk, sebanyak 24.750 peserta telah dinyatakan terverifikasi atau sekitar 65,42 persen.

Sejumlah sekolah mencatat kinerja verifikasi yang sangat tinggi. SMAN 1 Parigi Kabupaten Pangandaran menjadi sekolah dengan tingkat verifikasi tertinggi sebesar 97,45 persen.

Posisi berikutnya ditempati SMAN 1 Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi dengan capaian 96,46 persen, SMAN 1 Ciamis sebesar 94,78 persen, SMAN 1 Banjar sebesar 92,43 persen, dan SMKN 1 Katapang Kabupaten Bandung sebesar 91,99 persen.

Purwanto mengingatkan, calon peserta didik dan orang tua agar aktif memantau perkembangan tahapan seleksi serta mempertimbangkan berbagai pilihan sekolah yang tersedia.

“Jawa Barat memiliki banyak sekolah negeri berkualitas yang tersebar di berbagai daerah. Kami berharap masyarakat dapat memilih sekolah sesuai minat, bakat, dan potensi peserta didik sehingga proses pendidikan dapat berjalan optimal,” katanya.

SPMB sekolah maung 2026 hanya membuka tiga jalur penerimaan, yakni jalur potensi akademik dengan kuota 10 persen, kompetensi akademik sebesar 70 persen, dan kompetensi nonakademik sebanyak 20 persen.

Setelah masa pendaftaran berakhir pada 29 Mei lalu, proses seleksi dilanjutkan dengan verifikasi berkas hingga 2 Juni. Tahapan berikutnya berupa uji kompetensi dan penanganan masalah pada 3 Juni, rapat pleno dewan guru pada 4 Juni, serta koordinasi kepala sekolah dan cabang dinas pendidikan pada 5 Juni.

Adapun hasil seleksi akan diumumkan pada 8 Juni 2026. Peserta yang dinyatakan lolos diwajibkan melakukan daftar ulang pada 9 hingga 10 Juni 2026.***


Editor : JakaPermana