QRIS di Jabar Capai 14,17 Juta Pengguna Bernominal Rp163,74 T

QRIS di Jabar Capai 14,17 Juta Pengguna Bernominal Rp163,74 T
BANDUNG QRIS RUN 2026: Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta (kiri) dan Kepala BI Jabar Junanto Herdiawan saat penyelenggaran Bandung QRIS Run 2026 di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (2/8)

Oleh: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Pengguna sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jabar tercatat paling tinggi di negeri ini. Hingga Mei 2026, angkanya mencapai 14,17 juta pengguna.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, selain itu sebanyak 10,45 juta merchant di Jabar pun memanfaatkan QRIS sebagai alat transaksi.

“Capaian tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, perluasan QRIS tidak cukup hanya melalui edukasi, melainkan perlu dihadirkan dalam pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Filianingsih saat penyelenggaran Bandung QRIS Run 2026 di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (2/8).

Menurutnya, melalui Bandung QRIS Run 2026 itu masyarakat tidak hanya diberi tahu mengenai pembayaran digita, tetapi merasakan sendiri kemudahan dan manfaatnya dalam satu rangkaian pengalaman yang utuh.

Sedangkan, Kepala BI Jabar Junanto Herdiawan menegaskan digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua agenda yang saling menguatkan.

“Inovasi digital akan mempercepat efisiensi dan inklusi ekonomi, sementara penerapan prinsip keberlanjutan memastikan bahwa setiap kemajuan yang kita capai tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Junanto.

Melalui Bandung QRIS Run 2026, BI berkomitmen untuk terus memperkuat literasi pembayaran digital, memperluas akseptasi QRIS, mendukung digitalisasi UMKM, serta menghadirkan pengalaman bertransaksi yang semakin mudah, aman, dan inklusif.

Sinergi antara BI, pemerintahan daerah, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi dan keuangan digital Jabar yang semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Perkembangan QRIS di Jabar terus menunjukkan kinerja yang kuat sekaligus menempatkan Jabar sebagai salah satu kontributor utama digitalisasi sistem pembayaran nasional. Hingga Mei 2026, Jawa Barat menyumbang 22,49% dari total pengguna QRIS nasional dan 22,02% dari total merchant QRIS nasional.

Pada periode yang sama, volume transaksi QRIS di Jabar mencapai 1,87 miliar transaksi, tumbuh 112,89% (yoy), dengan nominal transaksi sebesar Rp163,74 triliun atau tumbuh 90,08% (yoy). Kinerja tersebut menjadi landasan bagi BI untuk terus memperluas penggunaan QRIS dan membentuk kebiasaan bertransaksi digital dalam berbagai aktivitas masyarakat. (dnr)


Editor : Inilahkoran