Open Bidding Sekda Kabupaten Cirebon Tunggu Sinyal dari Pusat
Imron menegaskan posisi Sekda Kabupaten Cirebon yang sekarang kosong dan hanya dijabat Plt rencananya akan diputuskan melalui open bidding.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Posisi Sekda Kabupaten Cirebon yang sekarang kosong dan hanya dijabat Plt rencananya akan diputuskan melalui open bidding.
Bahkan, open bidding untuk pengisian jabaan Sekda Kabupaten Cirebon sebagai orang nomor tiga itu tinggal menunggu sinyal dari pemerintah pusat untuk dilakukannya open bidding.
Isu yang berkembang di lapangan pun menjadi liar yakni posisi Sekda Kabupaten Cirebon bakal ditempati 'putra mahkota' atau orang terdekat dan kepercayaan Bupati Cirebon Imron.
Baca Juga: Sekda Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno Dicopot, Tiga Nama Mencuat Jadi Plt
Namun, Bupati Cirebon Imron membantah adanya isu tersebut. Sebab, untuk menempati posisi Sekda Kabupaten Cirebon tersebut, pihaknya bakal melakukan open bidding.
Menurut Imron, posisi Sekda Kabupaten Cirebon sekarang dijabat oleh Plt. Dirinya pun sudah menandatangani surat Plt tersebut yang ditujukan kepada Hendra Nirmala.
"Artinya, untuk sekarang yang ada hanya plt, bukan penjabat sekda. Kalau lebih dari dua bulan, baru nanti diajukan lagi. Kemarin saya menekan Plt Sekda buat Hendra Nirmala," ungkap Imron.
Baca Juga: Achmad Ruyat Desak Ridwan Kamil Tunaikan Janji Bangun Jalan Khusus Tambang Bogor
Terkait untuk menempati posisi Sekda Kabupaten Cirebon secara defenitif, Imron mengaku bakal dilakukan seleksi melalui open bidding.
Pihaknya pun sudah berkirim surat ke Kemendagri terkait permintaan persetujuan open bidding untuk mengisi jabatan sekda tersebut. Dan sekarang tinggal menunggu balasan dari Kemendagri.
"Untuk open biding nanti ada panitia seleksi. Kalau dari pusatnya sudah oke, nanti kita bentuk panitia open biddig dan dibuka pendaftarannya. Tanggal berapanya, tergantung panitia," ungkap Imron.
Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Penyebab Terbakarnya Mobil Pick Up
Ditanya, kenapa ada tiga posisi vital yang kosong yakni Sekda, Kepala Bapelitbangda, dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Imron menanggapi dengan santai. Menurutnya, meskipun tiga instansi tersebut posisinya vital, namun ada Plt yang mengisi posisi tersebut.
"Kita kosongkan dulu itu karena kita mau mencari orang yang memang berkompeten. Memang posisi yang sekarang kosong penting semua. Staf ahli pun penting untuk memberi nasehat-nasehat ke bupati," katanya.
Artinya, lanjut Imron, ketika Aparatur Sipil Negara (ASN) yang awalnya menjabat sebagai kepala dinas, kemudian dimutasi menempati posisi staf ahli, bukan lah turun jabatan. Sebab posisi staf ahli itu penting.
Baca Juga: Kak Seto Jadi Saksi di Sidang Kasus Dugaan Pelecehan Seksual JE, Arist Merdeka Sirait: Dia Itu Bunuh Diri
"Kan tidak turun tidak apa dari kepala dinas ke staf ahli," ujarnya.
Bupati Imron juga menanggapi isu yang berkembang bahwa dirinya memiliki "putra mahkota" untuk dijadikan sekda. Sehingga posisi Sekda yang sebelumnya dijabat Rahmat Sutrisno, sekarang dikosongkan. Bantahan yang disampaikan bupati pun dengan gurauan, karena anak kandungnya tidak menjadi ASN di Kabupaten Cirebon.
"Putra mahkota apaan. Memangnya ini kerajan. Anak saya di Bogor dan tidak berdinas di Cirebon kok," kelakar Imron. (Maman Suharman)
Editor : inilahkoran


