Tak Bisa Dikeluarkan, RSUD Kabupaten Jombang Jelaskan Alasan Pemisahan Kepala dan Tubuh Bayi Meninggal
RSUD Kabupaten Jombang menjelaskan alasan pemisahan kepala dan tubuh bayi yang meninggal dan sempat viral di Twitter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang menjelaskan alasan pemisahan kepala dan tubuh bayi yang meninggal dan sempat viral di Twitter.
Pihak RSUD Kabupaten Jombang menyebut proses persalinan sempat berhasil karena kepala janin bayi tersebut sudah muncul. Namun, setelah itu terjadi kemacetan saat proses kelahiran.
"Macet dipundak," kata Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Kabupaten Jombang M Vidya Buana.
Baca Juga: Hasil Pemeriksaan Polisi Terhadap JNE Soal Bansos Presiden yang Terkubur di Depok
Vidya menjelaskan tim medis terus berupaya untuk memberikan pertolongan dengan berbagai cara agar janin tersebut bisa keluar.
Akan tetapi, lanjutnya, anggota tubuh bayi tersebut masih ada di dalam kandungan sang ibu hingga kemudian bayi meninggal dunia.
Menurut Vidya ada beberapa opsi yang diambil tim medis saat menyelamatkan pasien, tapi akhirnya dipilih untuk melakukan tindakan dekapitasi (pemutusan atau pemenggalan leher janin).
Baca Juga: Begini Klarifikasi RSUD Kabupaten Jombang Soal Dugaan Malpraktik 'Paksa' Pasien Lahiran Normal
"Kondisi bayi tidak bisa diselamatkan, sehingga prioritas kami fokuskan menyelamatkan kondisi ibu," ujar Vidya.
"Kalau dipaksakan, bisa jadi ibu akan mengalami robek jalan lahir dan berisiko terjadi pendarahan sehingga mau tidak mau dilakukan operasi angkat janin," sambungnya.
Sebelumnya, kejadian meninggalnya bayi di RSUD Kabupaten Jombang ini pertama kali di unggah oleh akun Twitter @MinDesiyaa. Pemilik akun yang merupakan saudara dari pasien menjelaskan terkait dengan musibah yang dialami istri dari adik sepupunya.***
Editor : inilahkoran


