Rentetan Kontroversi di Cisewu Garut: Dari Patung Harimau hingga Video Intimidasi
Berikut rangkuman peristiwa penting yang mencuat di Cisewu dari tahun ke tahun dan jadi sorotan publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, beberapa kali menjadi sorotan publik dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir.
Sejumlah peristiwa yang melibatkan warga, pemerintah desa, hingga viral di media sosial, membentuk rangkaian polemik yang terus menyita perhatian.
Berikut rangkuman peristiwa penting yang mencuat di Cisewu dari tahun ke tahun:
2017: Patung Harimau Cisewu Jadi Sorotan Nasional
Nama Cisewu sempat dikenal luas pada 2017 setelah berdirinya patung harimau yang dimaksudkan sebagai simbol penghormatan dan kebanggaan terhadap Kodam III/Siliwangi.
Namun, alih-alih menampilkan sosok harimau yang gagah, patung tersebut justru menuai perhatian karena bentuknya yang tidak lazim, dengan ekspresi tersenyum lebar menyerupai tokoh kartun.
Patung tersebut menjadi bahan perbincangan nasional hingga internasional di media sosial, sebelum akhirnya dibongkar pada tahun yang sama.
21 Oktober 2024: Warga Segel Kantor Desa Cisewu
Pada Senin, 21 Oktober 2024, sejumlah warga Desa Cisewu melakukan aksi penyegelan kantor desa.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja kepala desa yang dinilai:
- Tidak transparan dalam pengelolaan anggaran
- Lamban merespons persoalan masyarakat
- Kurang terbuka dalam komunikasi dengan warga
Penyegelan kantor desa menyebabkan aktivitas pelayanan publik sempat terganggu dan menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
2024: Kepala Desa Cisewu Mengundurkan Diri
Masih pada 2024, Cecep Supriadi, Kepala Desa Cisewu saat itu, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya setelah mendapat desakan dari warga.
Warga mencurigai adanya penyelewengan dana desa tahun anggaran 2023–2024 dengan nilai hampir Rp800 juta, yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.
Meski demikian, proses pengunduran diri tersebut menjadi upaya meredam ketegangan antara warga dan pemerintah desa, sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
2026: Video Dugaan Intimidasi Warga Pengkritik Pembangunan Viral
Pada awal 2026, Cisewu kembali menjadi sorotan publik setelah beredar video dugaan intimidasi terhadap warga Desa Panggalih.
Warga tersebut mengaku mendapat tekanan usai mengkritik pembangunan desa dan penggunaan dana desa melalui media sosial.
Kasus ini memicu reaksi luas dan mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menegaskan bahwa:
- Kritik masyarakat tidak boleh dibalas dengan intimidasi
- Pemerintah desa tidak boleh antikritik
- Permasalahan harus diselesaikan melalui dialog, rekonsiliasi, dan perbaikan nyata
Editor : Firda Rachmawati


