Revitalisasi Sarpras Lembaga Pendidikan di Kabupaten Bandung Butuh Rp2 Triliun

Pemerintahan Kabupaten Bandung memerlukan anggaran sebesar Rp2 triliun untuk merevitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) di lembaga pendidikan.

Revitalisasi Sarpras Lembaga Pendidikan di Kabupaten Bandung Butuh Rp2 Triliun
"Setelah dihitung, tidak kurang dari Rp2 triliun untuk kebutuhan sapras, tapi kami akan terus melakukan permohonan ke Mendikdasmen sehingga untuk revitalisasi bisa ditanggulangi APBN," kata Bupati Bandung Dadang Supriatana di Soreang, Jumat 9 Januari 2026. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemerintahan Kabupaten Bandung memerlukan anggaran sebesar Rp2 triliun untuk merevitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) di lembaga pendidikan.

"Setelah dihitung, tidak kurang dari Rp2 triliun untuk kebutuhan sapras, tapi kami akan terus melakukan permohonan ke Mendikdasmen sehingga untuk revitalisasi bisa ditanggulangi APBN," kata Bupati Bandung Dadang Supriatana di Soreang, Jumat 9 Januari 2026.

Sementara, Dadang mengakui untuk revitalisasi termasuk rehabilitasi berat dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) masih menjadi PR bersama yang harus diperjuangkan. Saat ini, Kabupaten Bandung masih kekurangan 2.117 ruangan. 

Dadang bertekad untuk terus memperjuangkan ke Mendikdasmen melalui APBN untuk mendorong penambahan RKB maupun rehabilitasi ruang kelas di Kabupaten Bandung. 

"Mudah-mudahan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten bisa terjalin dan kebutuhan keseluruhan terhadap sarana prasarana. Termasuk kebutuhan toilet sekolah. Setelah kita hitung, kebutuhan toilet itu membutuhkan hampir 7.000 titik toilet dan menghabiskan anggaran berdasarkan rencana yaitu hampir Rp900 miliar," ujarnya.

Dikatakannya, kebutuhan toilet itu dengan perbandingan kebutuhan toilet di sekolah untuk laki-laki dan perempuan berbeda. 

"Untuk laki-laki 1 toilet berbanding 40 siswa, dan untuk perempuan 1 toilet berbanding 30 siswi. Ini kita kejar, sehingga sanitasi di masing-masing sekolah ini bisa terwujud. Dengan harapan siswa siswi yang sekolah ini terjamin di kesehatannya terutama dalam pengadaan sanitasinya," jelasnya. 


Editor : Doni Ramdhani