INILAHKORAN, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami meminta masyarakat turut mengawasi dan melaporkan jika di kawasan Bandung Selatan terjadi alih fungsi lahan yang melanggar aturan.
Seperti diketahui, bencana banjir bandang yang terjadi di aliran Sungai Ciwidey pada Senin 6 Juni 2022. Banjir bandang yang sudah berulang kali terjadi dikawasan Bandung Selatan ini diduga terjadi karena maraknya alih fungsi dikawasan hutan hulu Sungai Ciwidey.
"Ya itu pengendalian-pengendaliannya selalu kita lakukan dilevel Provinsi. Kan ada perizinan perubahan tata ruang nah itu yang sering dikendalikan. Makanya masyarakat dan juga media kalau sifat perubahan itu pelanggaran laporkan saja," kata Ridwan Kamil disela meninjau jembatan rubuh di aliran Sungai Ciwidey di Desa/Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Rabu 8 Juni 2022.
Namun demikian, pria yang disebut Kang Emil juga menyebutkan perubahan tata ruang itu tetap diakomodir. Karena memang kebutuhan manusia untuk penggunaan ruang untuk perumahan dan lain sebagainya terus berkembang. Apalagi, penduduk Kabupaten Bandung ini sangat banyak.
"Itu diakomodir (perubahan tata ruang) dalam penataan. Tapi kalau sifatmga melanggar, laporkan saja. Pasti kami tindak tegas," ujarnya.
Disinggung mengenai maraknya alih fungsi tanaman dari tanaman keras menjadi tanamam semusim (sayuran) yang banyak terjadi di kawasan Bandung Selatan. Kata dia, sepanjang itu dilakukan dilahan milik pribadi bukan tindakan kriminal. Namun lebih kepada edukasi masyarakat soal pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.
"Ya sama saja, tapi itu sifatnya bukan kriminalitas yah. Tapi itu sifatnya bukan kriminalitas ya, tapi lebih kepada edukasi, citarum kan pelan-pelan dari tanaman sayuran jadi kopi ya contohnya. Itu sudah dilakukan kita menanam berjuta-juta pohon kopi di daerah kritis," katanya.(rd dani r nugraha).***