Ternyata Ini Alasan Kenapa Wanita Haid Hanya Ganti Puasa Tidak dengan Sholatnya
Ulama sepakat bahwasanya wajib mengganti puasa bagi perempuan yang haid, tidak wajib mengganti shalatnya yang tertinggal ketika haid.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kenapa perempuan haid diperintahkan mengganti puasanya, tidak diperintahkan mengganti solatnya?
Ulama sepakat bahwasanya wajib mengganti puasa bagi perempuan yang haid, tidak wajib mengganti sholatnya yang tertinggal ketika haid dan nifas. Berdasarkan hadits
Ø¹Ù Ø¹Ø§Ø¦Ø´Ø©Ø Ø±Ø¶Ù Ø§ÙÙ٠عÙÙØ§Ø Ø£ÙÙØ§ Ø³Ø¦ÙØª: ÙÙ ØªÙØ¶Ù Ø§ÙØØ§Ø¦Ø¶ Ø§ÙØµÙÙ ÙØ§ÙØµÙØ§Ø©Ø ÙÙØ§Ùت: *(ÙÙØ§ ÙØ¤Ù ر Ø¨ÙØ¶Ø§Ø¡ Ø§ÙØµÙÙ Ø ÙÙØ§ ÙØ¤Ù ر Ø¨ÙØ¶Ø§Ø¡ Ø§ÙØµÙاة)* ٠تÙ٠عÙÙ ØµØØªÙ.
Aisyah RA ditanya, apakah wanita haid mengganti puasa dan solatnya? Beliau jawab “Kami diperintahkan mengganti puasa, dan tidak diperintahkan mengganti salat (muttafaq alayh)
Ulama fiqh sepakat bahwa setiap perintah dan larangan ada hikmah yang dikandungnya.
Baca Juga: Sholat Tak Khusyuk Gegara Diganggu Setan, Perangi dengan Satu Cara Ampuh dari Buya Yahya Ini
Diperintahkannya mengganti puasa karena puasa mudah dihitung jumlah yang ditinggalkan, dan puasa itu hanya sekali setahun, proses menggantinya tidak memberatkan.
Adapun tidak diperintahkan mengganti salat, karena salat dilakukan berkali-kali dalam sehari, maka jika diwajibkan diganti maka sangat memberatkan.
Prinsip Syariah tidak menyulitkan (‘adamul haraj) sebagai perwujudan Rahmat Allah ta’alla kepada hambaNya.***
Editor : inilahkoran

