Obat Penyakit Keras Hati, Ustadz Abdul Somad: Penyakit Paling Menakutkan

Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang cara menyembuhkan penyakit keras hati tersebut Yaitu dengan cara memberi makan fakir miskin.

Obat Penyakit Keras Hati, Ustadz Abdul Somad: Penyakit Paling Menakutkan
Penjelasan tentang cara menyembuhkan penyakit keras hati tersebut.Ustadz Abdul Somad

INILAHKORAN, Bandung- Hati yang keras dalam Islam dianggap penyakit paling menakutkan. Karena hatinya sudah tidak lagi mengingat Allah SWT.

Ketika seorang hamba Allah tidak mengingatNya lagi, maka semua hal yang dilakukan pun bukan berorientasi pada ibadah.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan dalam Youtube Ustadz Abdul Somad Official tentang cara menyembuhkan penyakit keras hati tersebut.

Baca Juga: Sadari Ini! Ustadz Khalid Basalamah: Peringatan Kematian Usia 40 Tahun dari Malaikat

 Yaitu dengan cara memberi makan fakir miskin dan mengusap kepala anak yatim piatu.

“Sedekah kepada anak yatim itu bisa melembutkan hati, sembuh dari penyakit paling menakutkan” jelas Ustadz Abdul Somad.

Membelikan makanan dan pakaian yang layak akan membuat hati mereka senang. Maka Allah pun saat itu ikut senang.

Baca Juga: Begini Protes Unik Seniman dan Budayawan KBB Terkait Dibongkarnya Bale Pinton

“Saat mereka bergetar memasukkan makanan yang kau berikan ke mulutnya, di saat itu hatimu akan lembut,” lanjutnya.

Ustadz Abdul Somad juga mengajak jamaahnya pergi menyambangi panti asuhan dan bertanya siapa saja yang belum sekolah, lalu sekolah mereka jika mampu.

Karena jika besar nanti mereka sudah berilmu dengan sumbangan dari kita, itu akan jadi amal jariyah yang membantu hisab dihari akhir.

Baca Juga: Kasus Covid 19 di Jabar Cenderung Landai, Status Endemi Belum Berlaku

Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa azab yang besar bukan miskin atau tidak mampu, tapi azab diatas azab adalah keras hati.

Dengan begitu maka perbanyaklah sedekah kepada anak yatim piatu dan fakir miskin untuk menyembuhkan hati yang keras menjadi lembut dan penyayang.

Obat penyakit keras hati ini bisa menjadi pengingat diri terhadap Sang Maha Pencipta, Allah SWT.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran