Kasus Covid 19 di Jabar Cenderung Landai, Status Endemi Belum Berlaku
Meski kasus Covid 19 di Jabar relatif landai, namun status endemi masih belum diterapkan. Terdapat sejumlah syarat menuju ke sana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kendati kasus Covid 19 di Jabar masih landai usai libur Lebaran 2022 namun status endemi masih belum dapat diterapkan. Untuk menuju status endemi terdapat beberapa syarat yang mesti dilalui.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jabar Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, perubahan status pandemi menuju endemi belum bisa diterapkan. Meskipun, kasus Covid 19 di Jabar belum meningkat secara signifikan.
"Karena ada beberapa syarat yang harus dilalui. Dan itu tercatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah pusat," ujar Vini di sela acara Jabar punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Selasa 24 Mei 2022.
Baca Juga: Gary Iskak Terlibat Kasus Narkoba, Ini Komentar Istrinya
Vini berharap, dalam enam bulan kasus Covid 19 di Jabar tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan demikian, maka dapat melewati fase rekomendasi dari WHO untuk menuju endemi. Selain itu, dapat langsung disampaikan pada pemerintah pusat untuk dikaji kembali.
"Memang ada aturan endemi yang mengharuskan enam bulan berturut-turut tidak ada peningkatan kasus Covid 19. Setelah itu kita tunggu keputusan pemerintahan pusat dan WHO," katanya.
Diketahui, ada enam poin yang harus dilalui. Di antaranya, terdapat syarat juga yang mengharuskan positif rate pada angka tertentu. Kemudian, ada aturan wilayah yang menerapkan PPKM level 1 harus sudah seluruhnya dengan catatan tidak ada peningkatan kasus selama enam bulan.
Baca Juga: Kanwil DJP Jabar I Ajak Wajib Pajak Manfaatkan PPS
"Dan yang penting adalah WHO harus sudah mencabut, baru Indonesia melakukan evaluasi beberapa cakupan tidak hanya di Jabar tetapi data tersebut harus sampaai pusat, kalau sudah turun ke bawah baru dinyatakan (endemi)," katanya.
Menurut dia, kasus Covid 19 di Jabar masih dalam tahap aman. Artinya, penanganan dan pengawasan juga terus dilakukan, sehingga tidak terlihat adanya peningkatan kasus seperti beberapa wilayah lain di luar Indonesia.
"Kalau negara lain seperti Shanghai, Inggris sempat meledak, lalu Jerman dan kita alhamdulillah tidak ada, dan lebaran ini baru berakhir dua minggu lalu dan mungkin bulan depan kita hitung," ucapnya.
Baca Juga: Terciduk Pesta Narkoba, Gary Iskak Ditangkap Polda Jabar
Dia memastikan, dengan status Pandemi ini Dinkes Jabar akan terus melakukan pemantauan dan imbauan pada kabupaten/kota agar tetap menerapkan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) (3T).
"Walaupun sudah landai, tim data kami terus pantau dari RS online kabupaten/kota dan setiap hari masuk laporannya. Laporan satgas masih terus jalan dan kita pantau sebluan ke depan," kata dia. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


