Rumah Yang Rusak Berat, Diganti Tidak Jauh dari Titik Longsor Cisarua
Pemkab Bandung Barat memastikan relokasi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, akan tetap berada di wilayah desa setempat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung Barat memastikan relokasi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, akan tetap berada di wilayah desa setempat.
Langkah ini diambil agar warga yang terkena relokasi tidak kehilangan akses terhadap mata pencaharian dan lingkungan sosialnya pascabencana longsor di Kecamatan Cisarua tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir mengatakan, hingga saat ini terdapat 53 rumah yang masuk kategori rusak berat, tertimbun material longsor, serta berada di zona rawan sehingga harus direlokasi. Pemerintah daerah bersama Badan Geologi telah mengidentifikasi tiga titik lahan yang dinilai aman secara visual untuk dijadikan lokasi hunian baru.
“Sudah ada tiga titik tanah kas desa yang kami survei bersama Badan Geologi. Secara visual dan diskusi awal, lokasinya aman untuk relokasi,” ujar Ade Zakir di Desa Pasirlangu, ditulis Selasa (2/2).
Meski demikian, Pemkab Bandung Barat belum menetapkan lokasi final relokasi. Penentuan akan dilakukan setelah ada kesepakatan antara pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Setelah itu, pemerintah daerah akan mengajukan permohonan kajian teknis menyeluruh kepada Badan Geologi untuk memastikan tingkat keamanan dan kelayakan lokasi secara ilmiah.
“Kami tidak ingin gegabah. Setelah ada kesepakatan, kami akan berkirim surat resmi ke Badan Geologi untuk mendapatkan rekomendasi keamanan lokasi relokasi,” kata Ade.
Jika kajian Badan Geologi menyatakan lokasi aman, Pemkab Bandung Barat akan segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB telah menyatakan kesiapannya membantu pembangunan rumah bagi warga terdampak, sementara pemerintah daerah menyiapkan lahannya.
“Dari BNPB prinsipnya siap membangun. Yang penting lahannya tersedia dan dinyatakan aman, nanti pembangunan rumah akan dibantu BNPB,” ujarnya.
Ade menegaskan, relokasi tidak akan dilakukan ke luar Desa Pasirlangu. Pertimbangan utama adalah agar rumah yang dibangun benar-benar dihuni dan warga tetap dekat dengan sumber penghidupan mereka.
“Kalau terlalu jauh, kami khawatir rumahnya tidak dihuni. Mayoritas warga di sini bekerja di sektor pertanian, jadi hunian relokasi harus tetap dekat dengan aktivitas mereka,” ucapnya.
Selain penyediaan hunian, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan langkah pemulihan ekonomi bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat lahan pertaniannya terdampak longsor dari kaki Gunung Burangrang. Sejumlah dinas terkait akan dilibatkan untuk menganalisis dan menyiapkan skema bantuan yang sesuai.
“Kami tidak hanya memikirkan rumah, tapi juga keberlanjutan hidup warga. Hunian relokasi dan mata pencaharian harus berjalan beriringan. Itu yang sedang kami susun bersama dinas terkait,” kata Ade.
Pemerintah berharap proses relokasi dapat segera direalisasikan setelah kajian teknis selesai, sehingga warga terdampak bisa segera tinggal di tempat yang aman dan kembali menata kehidupan mereka pascabencana.
Editor : Ahmad Sayuti

