Saka Tatal Penuhi Tantangan Iptu Rudiana, Begini Kata Buya Yahya Soal Sumpah Pocong dalam Islam

Sikap Saka Tatal yang menjawab tantangan dari Rudiana menuai perdebatan di kalangan publik,terutama dari pandangan Islam. Buya Yahya pernah menerangkan terkait sumpah pocong dalam pandangan agama Islam melalui YouTube Al Bahkah TV.

Saka Tatal Penuhi Tantangan Iptu Rudiana, Begini Kata Buya Yahya Soal Sumpah Pocong dalam Islam

INILAHKORAN, Bandung - Saka Tatal memenuhi tantangan sumpah pocong yang sempat diberikan ayah mendiang Eky, Iptu Rudiana. Namun, Rudiana justru tak hadir.

Saka Tatal mengaku sudah siap untuk bersumpah pocong saat menggunakan pakaian koko berwarna hitam sebelum ditutup dengan kain kafan.

Sikap Saka Tatal yang menjawab tantangan dari Rudiana menuai perdebatan di kalangan publik,terutama dari pandangan Islam. Buya Yahya pernah menerangkan terkait sumpah pocong dalam pandangan agama Islam melalui YouTube Al Bahkah TV.

Buya Yahya menjelaskan bahwa sumpah pocong merupakan salah satu ritual untuk memenuhi sumpah yang telah diucapkan sebelumnya, biasanya terkait dengan tuduhan terhadap seseorang. Dalam ritual ini, seseorang mengenakan kain kafan sehingga tampak seperti pocong. 

Buya Yahya juga menjelaskan istilah Mubahalah dalam Islam, di mana seseorang bersumpah atas nama Allah SWT. 

Menurutnya, Mubahalah masih diperbolehkan dalam Islam dan bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan dengan mengumpulkan semua pihak terkait di satu tempat. 

Namun, Buya Yahya menekankan bahwa Mubahalah hanya sah jika dilakukan atas nama Allah SWT; jika tidak, hal tersebut tidak dianjurkan menurut ajaran Islam.

"Mubahalah itu bersumpah dan itu tidak diperlukan kecuali dalam keadaan mendadak," jelas Buya Yahya.

Ia menjelaskan bahwa Mubahalah pernah terjadi dalam sejarah Nabi dengan orang-orang kafir. 

Pria berusia 50 tahun tersebut menceritakan bagaimana pada masa itu, Nabi mengumpulkan anak-anaknya untuk membuktikan kebenaran. 

"Pada zaman Nabi, beliau mengumpulkan anak-anaknya untuk menghadapi orang-orang kafir," ujar Buya.

"Kalau emang aku benar akan turun musibah kepadamu. Aku salah akan diturunkan musibah kepadaku itu mubahalah," pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati