Sejumlah Sekolah di Jalan Soekarno-Hatta Butuh JPO

Sejumlah Sekolah di Jalan Soekarno-Hatta Butuh JPO
JPO: Anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta Pemprov Jabar bisa menghadirkan JPO di sejumlah titik sekolah yang ada di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

INILAH, Bandung - Di Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung terdapat sejumlah sekolah yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan menyeberangi jalan. Di beberapa titik kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta Pemerintahan Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bisa turun tangan mengatasi kerawanan Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung yang kian mengkhawatirkan.

“Kami mohon ini bisa menjadi perhatian pak Gubernur Jabar,” kata Tedy dikutip dari Antara, Rabu (12/8).

Menurutnya, kerawanan itu bukan hanya dialami pengguna jalan dengan kendaraan bermotor, tapi juga pejalan kaki di Soekarno-Hatta. Pasalnya, di ruas jalan sepanjang sekitar 18,4 (km) itu jumlah jembatan penyebrangan orang (JPO) terbilang minim.

“Ini masuk juga keluhan soal permintaan pembangunan JPO yang saat ini sangat minim, padahal di sana ada beberapa sekolah SMA. Sehingga tak pelak kerap terjadi kecelakaan di beberapa titik di jalan tersebut,” ujarnya.

Tedy menyadari ruas jalan yang disebut terpanjang di Kota Bandung itu, bukanlah berada di bawah kelolaan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, tapi tercatat sebagai aset pemerintah pusat.

Meski demikian, Tedy memandang Pemprov Jabar bisa melakukan intervensi, mengingat penataan Jalan Soekarno-Hatta adalah soal nyawa dan keselamatan.

“Kami mohon ini bisa menjadi perhatian Pak Gubernur. Kalau memang perlu kita intervensi kenapa tidak gitu, karena ini menyangkut nyawa manusia,” tambahnya.

Tak hanya JPO, Tedy menjelaskan saat ini Jalan Soekarno-Hatta yang membentang di Selatan Kota Bandung dari ujung barat di Cibereum hingga ujung timur kota di Cibiru tersebut memiliki tingkat kerawanan yang tinggi. Mulai dari kondisi penerangan jalan dan rambu-rambu yang minim hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan hingga aksi pembegalan.

“Ini jalan luar biasa rawan sekali, PJU sangat minim sehingga terjadi beberapa kali terjadi pembegalan di sana. Kemudian rambu-rambu lalu lintas sangat minim, terakhir dua pesepeda wafat, Bahkan terjadi tabrakan yang melibatkan beberapa kendaraan,” jelasnya. (dnr)


Editor : Inilahkoran