Semester I 2022, 10 Orang Warga KBB Meninggal Dunia dan Ratusan Warga Terjangkit DBD

Kasus DBD di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian mengkhawatirkan. Setidaknya ada 10 orang warga KBB meninggal dunia.

Semester I 2022, 10 Orang Warga KBB Meninggal Dunia dan Ratusan Warga Terjangkit DBD
Dinkes KBB mencatat, 10 orang warga KBB meninggal dunia itu akibat terjangkit DBD pada periode Januari-Juni 2022. Secara keseluruhan, pada periode tersebut sebanyak 957 warga KBB terjangkit DBD.

INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus DBD di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian mengkhawatirkan. Setidaknya ada 10 orang warga KBB meninggal dunia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB mencatat, 10 orang warga KBB meninggal dunia itu akibat terjangkit DBD pada periode Januari-Juni 2022. Secara keseluruhan, pada periode tersebut sebanyak 957 warga KBB terjangkit DBD.

Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes KBB Nurul Rasyihan mengatakan, pada Juni 2022 kemarin setidaknya ada 134 orang warga KBB yang terjangkit DBD dan tiga orang diantaranya meninggal dunia. Angka itu termasuk dalam 10 orang warga KBB meninggal dunia.

Baca Juga: Jelang Liga 1, Robert Alberts Sebut Persib di Jalur Positif

"Beberapa kecamatan seperti Padalarang, Lembang, Batujajar dan Cikalongwetan kasusnya cukup tinggi," katanya, Rabu 20 Juli 2022.

Saat ini, jelas dia, Dinkes KBB terus berupaya upaya melakukan penanganan dan pencegahan seperti melakukan fogging dan sosialiasi kepada masyarakat.

"Kita melakukan edukasi kepada masyarakat terutama terkait 3M," jelasnya.

Baca Juga: DJP Resmikan Penggunaan NIK sebagai NPWP di Puncak Perayaan Hari Pajak

Ia menyebut, mayoritas masyarakat melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat seperti Puskemas.

"Apabila masyarakat membutuhkan penanganan lebih lanjut, maka bisa dilakukan perawatan di RSUD," sebutnya.

Ia menuturkan, biasanya penderita DBD mengeluhkan gejala demam, sakit perut dan muntah. Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk menyediakan obat di rumah untuk penangan darurat.

Baca Juga: Umuh Muchtar Minta Bobotoh Tiru Fans Fanatik Borneo FC, Ini Alasannya

"Jika muncul panas tinggi berikan obat penurun panas. Jika dalam dua hari masih demam segera berobat ke Puskesmas," tuturnya.

Ia pun mengimbau, masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan terutama di tempat-tempat genangan air. Terlebih seperti kondisi cuaca saat ini.

"Masyarakat harus lebih waspada sekarang, dan nyamuk DBD sering beredar di siang hari," pungkasnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran