Sempat Dilaporkan Hilang, Siswa SMPN 26 Bandung Ditemukan Tewas di Eks Kampung Gajah

Seorang siswa SMPN 26 Bandung berinisial Z yang sempat dilaporkan hilang sejak awal pekan, ditemukan tewas di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat

Sempat Dilaporkan Hilang, Siswa SMPN 26 Bandung Ditemukan Tewas di Eks Kampung Gajah
Seorang siswa SMPN 26 Bandung berinisial Z yang sempat dilaporkan hilang sejak awal pekan, ditemukan tewas di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat./istimewa

INILAHKORAN.ID - Seorang siswa SMPN 26 Bandung berinisial Z yang sempat dilaporkan hilang sejak awal pekan, ditemukan tewas di kawasan eks Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Jumat, 13 Februari 2026.

Kabar duka ini mengejutkan keluarga besar sekolah dan masyarakat sekitar.

Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengungkapkan bahwa Z terakhir kali terlihat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh pada Senin, 9 Februari 2026. Saat itu, pihak sekolah sempat menerima informasi bahwa siswa tersebut hilang. Namun setelah dilakukan pengecekan melalui buku piket, Z tercatat hadir di kelas VII G bersama seluruh siswa lainnya.

“Karena saya minta ngecek di buku piket, ada. Jadi tujuh kelas VII G itu masuk semuanya, termasuk yang bersangkutan,” ujar Titin saat ditemui, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pada hari tersebut, Z mengikuti sejumlah mata pelajaran, termasuk olahraga. Ia pulang bersama teman-temannya pada sore hari dengan mengenakan pakaian olahraga. Seragam sekolahnya disimpan di dalam tas.

Namun keesokan harinya, Selasa, pihak keluarga mengabarkan bahwa Z tidak masuk sekolah karena belum pulang ke rumah. Hingga Rabu, keberadaannya masih belum diketahui. Pihak sekolah kemudian membuat dan menyebarkan flyer informasi kehilangan serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan kepolisian.

Sempat beredar kabar bahwa Z berada di Garut, namun informasi tersebut dipastikan tidak benar setelah dikonfirmasi kepada pihak keluarga. Z diketahui tinggal bersama bibinya. Ia telah kehilangan ibunya sejak duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Z merupakan anak kedua dari empat bersaudara, sementara ayahnya sedang dalam kondisi sakit.

Titin mengenang Z sebagai sosok pendiam dan tidak pernah menunjukkan perilaku mencolok di sekolah. Kepergiannya menjadi pukulan berat bagi pihak sekolah.

“Itu bukan hanya duka untuk keluarganya, tapi bagi kami juga. Di pihak SMP 26 sangat merasa terpukul,” katanya.

Pada Jumat malam, 13 Februari 2026, Titin mendapat informasi tentang penemuan jasad anak laki-laki di kawasan eks Kampung Gajah. Ia segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan identitas korban. Sekitar pukul 00.30 WIB, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Z.

Titin mengatakan, berdasarkan informasi dari bhabinkamtibmas setempat, jenazah belum dapat dipulangkan ke rumah duka karena masih dalam proses pemeriksaan medis. Ia juga menyebut sempat beredar informasi adanya dugaan luka tusukan, namun pihak sekolah memilih menunggu hasil resmi dari kepolisian.

Sebelum dinyatakan hilang, keluarga sempat mengira Z menginap di rumah temannya. Karena itu, pada malam pertama ia tidak pulang, keluarga masih menunggu dengan harapan Z akan segera kembali.

Pihak sekolah menegaskan selama ini telah berupaya melakukan pencegahan kekerasan melalui edukasi dan pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta bekerja sama dengan kewilayahan. Namun peristiwa ini tetap menjadi duka mendalam.

Rencananya, setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah akan disemayamkan di wilayah Garut sesuai informasi yang diterima pihak sekolah. 


Editor : JakaPermana