Sikap Kami: Nasib Miris CPNS
SESUNGGUHNYA, bagaimana sih pemerintah ini mengurus warga negaranya? Pertanyaan ini muncul menyusul penundaan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari 1 Maret menjadi 1 Oktober 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
SESUNGGUHNYA, bagaimana sih pemerintah ini mengurus warga negaranya? Pertanyaan ini muncul menyusul penundaan pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dari 1 Maret menjadi 1 Oktober 2025.
Negara seperti bermain-main dengan nasib rakyatnya, dalam hal ini calon aparatur pemerintahan itu. Menunda secara mendadak dan berpura-pura seperti tak punya kesalahan apa-apa.
Sudah menunda –dan pada beberapa titik menyengsarakan CPNS, pejabat Kementerian PAN-RB, Aba Subagja, memandang masih ada hal positif. Pembina kepegawaian, katanya, bisa membina, mengajakan interaksi, koordinasi, dan sebagainya, terhadap CPNS.
Tidaklah itu hal yang keliru. Tapi, tidak sepenuhnya begitu. Sebab, CPNS itu bukan hanya menggantungkan asanya pada 1 Maret 2025 itu, bahkan sudah menyerahkan diri dan nasibnya. Mereka, banyak juga yang harus mundur dari pekerjaan lama menyongsong 1 Maret itu, kini harus “menganggur” hingga 1 Oktober.
Kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arief, pihaknya akan membuka peluang membantu CPNS yang terlanjur resain dari pekerjaan lama. Wahai, betapa ringannya mulut bicara saat orang-orang kehilangan pekerjaan –dan penghasilan—sampai 1 Oktober.
Sebegitu mudahkah BKN membuat perusahaan lama menerima kembali pegawainya yang sudah resain untuk kembali mundur lagi menjelang 1 Oktober? Rasa-rasanya tak masuk akal.
Kementerian PAN-RB, BKN, hemat kita, bermain-main dengan nasib orang, para CPNS. Sudah begitu, mereka praktis seperti tak merasa bersalah sama sekali. Bagaimana hal semacam itu mungkin terjadi?
Salah satunya, ya karena pada titik tertentu, negara ini dikelola laksana pedagang tahu bulat. Semua dibikin mendadak. Juga pengunduran jadwal pengangkatan CPNS tersebut. Dilakukan secara mendadak, membuat mereka yang sudah lulus tes CPNS langsung terhenyak.
Lebih getir lagi, karena situasinya berada dalam lingkup Ramadan, menjelang Lebaran. Bayangkan, betapa galaunya mereka, menghadapi hari kemenangan dalam kondisi laksana orang yang sedang kalah.
Hal itu tak perlu terjadi jika segala sesuatunya direncanakan dengan baik jauh-jauh hari. Kementerian PAN-RB dan BKN bersiteguh dengan rancangan awal, apapun yang terjadi. Kalaupun modifikasi, kecil-kecilan saja. Jangan mengorban nasib CPNS.
Kita menyesalkan langkah-langkah dadakan ini. Kita berharap di kemudian hari, negeri ini, dalam hal apapun, diatur dengan cara yang sungguh-sungguh. Yang terpolakan, yang terencanakan. Bukan dengan cara apa yang diingat, itu yang langsung dilakukan. (*)
Editor : Zulfirman

