Sikap Kami: 'Surga' Kita, Rumah Kita
BETAPAPUN tinggal 25 kabupaten/kota di Jawa yang masih PPKM Level 4, dan mungkin hanya tinggal sedikit di Jawa Barat, buat kita ‘jargon lebih nyaman di rumah’ tetap harus dikampanyekan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
BETAPAPUN tinggal 25 kabupaten/kota di Jawa yang masih ppkm Level 4, dan mungkin hanya tinggal sedikit di Jawa Barat, buat kita ‘jargon lebih nyaman di rumah’ tetap harus dikampanyekan.
Kenapa begitu? Satu hal yang tak boleh kita lupakan adalah virus sangat senang dengan keramaian. Itu yang selalu disampaikan epidemiolog dan pemerintah ketika kasus terus meningkat.
Kita memang patut bersyukur, tingkat penularan virus Covid-19 terus menurun. Jawa Barat termasuk yang cukup cepat tren penurunannya.
Hanya saja, belum ada wilayah yang bebas dari virus. Karena itu, penurunan level ppkm, pelonggaran terhadap regulasi kegiatan masyarakat, tidak sepatutnya disambut dengan euforia, apalagi berlebihan.
Kita melihat itu yang terjadi di sejumlah titik, termasuk di Jawa Barat. Akhir pekan lalu, wilayah Puncak di Kabupaten Bogor dan Cianjur, seperti sedang tak mengalami pandemi saja. Tingkat kemacetan sudah seperti sebelum corona mengharu-biru dunia.
Kita paham, bagi sebagian masyarakat, pandemi telah “mengurung” mereka sepanjang ppkm Level 4. Yang berusaha, terhalang upaya mencari rezekinya. Yang suka nongkrong di mal, jadi tiada bisa. Apalagi yang berlibur, tak bisa kemana-mana.
Tetapi, kita memberikan saran, agar mulai didapatnya keleluasaan, tidak dimanfaatkan dengan seluas-luasnya. Sebab apa? Virus corona belum hilang. Dia masih ada dan tetap mengintai kita.
Kita berharap, pemerintah pun tak euforia dengan relaksasi-relaksasi kegiatan masyarakat. Betul, itu penting. Tapi, yang lebih penting adalah tidak menurunkan kampanye penegakan protokol kesehatan.
Sebab, hanya itu senjata kita menghadapi persebaran virus saat ini. Tetap membatasi kegiatan dan menjalankannya dalam keadaan yang betul-betul penting. Sejauh ini, terbukti belum ada penangkal virus corona yang betul-betul ampuh. Karena itu, satu-satunya cara adalah dengan menghindarinya.
Kita pun perlu mengingatkan, virus dengan varian yang sudah ada, bukanlah akhir cerita. Para ahli di luar negeri bahkan mulai mengkhawatirkan varian yang lebih dahsyat dibanding Delta. Kita berharap kekhawatiran itu tak jadi kenyataan.
Maka, jadikanlah rumah sebagai surga kita. Home sweet home. Tak perlu meninggalkannya untuk hal-hal yang tidak penting. Sebab, di sanalah kita akan merasa nyaman dan aman, terjauh dari incaran virus yang belum ada penangkalnya itu.
Editor : Zulfirman

