Siswa SDN Tegal Benteng Tetap Sekolah Walau Terancam Hujan, Angin, Gempa Bumi dan Ular
Amira, siswi Kelas IV SDN Tegal Benteng, Desa Babakan Raden, Cariu, Kabupaten Bogor sangat tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Amira, siswi Kelas IV SDN Tegal Benteng, Desa Babakan Raden, Cariu, Kabupaten Bogor sangat tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Ia terpaksa, belajar di gedung yang sudah retak - retak, ruang kelas tidak berpintu, lantai tidak berkeramik, langit tidak berplafon dan jendela yang tidak selalu berkaca.
Mereka tidak hanya khawatir, tetapi juga ada rasa takut, akan ancaman hujan, angin, gempa bumi dan bahkan juga ular saat di sekolah.
"Kalau sedang hujan, angin kencang kami takut dinding ambruk atau genteng jatuh. Beberapa kali, ular masuk karena kelas yang tidak berpintu dan dinding yang bolong karena ada retakan," kata Amira kepada wartawan,
Amira menuturkan, tidak seperti teman - temannya yang sekolah di perkotaan, di kelas di SDN Tegal Benteng, ia dan teman - teman tidak bisa bermain lari - larian, karena keramik lantai sudah banyak yang copot, hingga bisa membuat mereka tersandung.
Ditambah, lantai kelas jadi becek, airnya kecoklatan karena atap yang bocor, jika sehari sebeumnya terjadi hujan lebat, apalagi disertai angin kencang.
"Teman jatuh saat lari, kakinya luka atau sobek. Bu Guru pun mengingatkan kami agar tidak lari - lari saat didalam maupun selasar kelas," tutur Amira.
Kepala SDN Tegal Benteng Suparnan mengakui kondisi bangunan sekolahnya yang terdiri enam kelas dan satu ruang guru sudah rusak parah.
"Sudah lama rusak parah, apalagi kemarin juga terdampak bencana gempa bumi yang pusatnya terjadi di Bekasi. Kebetulan, Desa Babakan Raden, berbatasan langsung dengan Desa Karang Indah, Bojong Mangu, Kabupaten Bekasi," tukas Suparman.***
Editor : JakaPermana


