SMPN 2 Ngamprah Memprihatinkan, Tiga Ruang Kelas Rusak dan Toilet Tak Layak

Kondisi SMP Negeri 2 Ngamprah di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang belakangan viral karena bangunan dan fasilitas sekolah

SMPN 2 Ngamprah Memprihatinkan, Tiga Ruang Kelas Rusak dan Toilet Tak Layak
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha,

INILAHKORAN.ID-Kondisi SMP Negeri 2 Ngamprah di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang belakangan viral karena bangunan dan fasilitas sekolah memprihatinkan, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha, mengatakan peninjauan terhadap sekolah tersebut sebenarnya telah direncanakan sebelum kondisi sekolah ramai diperbincangkan di media sosial.

Dari hasil peninjauan, terungkap sejumlah persoalan sarana dan prasarana. Padahal, sekolah tersebut pernah meraih predikat juara pertama Adiwiyata tingkat nasional.

"Kita lihat ruang kelas rusak, toilet tidak berfungsi hingga lingkungan yang tidak terawat. Kondisi ini menuai pertanyaan mendasar, ke mana perginya anggaran pemeliharaan sekolah selama ini," kata Nur saat ditemui di lokasi, Senin (24/8/2026).

Nur menegaskan, kunjungan tersebut bukan semata-mata dilakukan karena kondisi sekolah viral di media sosial. Pengawasan itu merupakan bagian dari fungsi DPRD yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Menurutnya, kondisi fisik sekolah merupakan salah satu gambaran kualitas lingkungan pendidikan. Sarana yang kumuh dan tidak terawat dinilai dapat mengganggu kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Secara fisik sarana dan prasarana itu menjadi salah satu representasi maju mundurnya dunia pendidikan. Saya tidak ingin lagi melihat sekolah-sekolah yang kumuh. Bagaimana kita yang melihat saja sudah tidak nyaman, apalagi anak-anak yang menjalani kegiatan di sini," ujarnya.

Ia juga menyoroti perilaku siswa yang mencoret-coret dinding sekolah. Menurut Nur, kondisi lingkungan yang tidak terawat dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku tersebut.

"Wajar jika mereka akhirnya mencoret-coret dinding, karena sekolahnya sendiri tidak terawat dengan baik. Itu sangat disayangkan," ucapnya.

Tiga Ruang Kelas Rusak, Toilet Tak Layak

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan kondisi SMPN 2 Ngamprah memang membutuhkan perhatian.

Terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat. Selain itu, sejumlah toilet tidak berfungsi dan tidak layak digunakan.

Persoalan lainnya meliputi kondisi papan tulis yang kurang baik serta kebersihan lingkungan sekolah yang belum terjaga.

"Kemarin saya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan meninjau langsung dan melaporkan hasilnya. Ada tiga ruang kelas rusak sedang hingga berat, toilet tidak layak, papan tulis kurang baik, serta masalah kebersihan lingkungan," kata Jeje.

Jeje mengaku heran dengan kondisi tersebut mengingat SMPN 2 Ngamprah pernah menyandang predikat juara pertama Adiwiyata tingkat nasional.

"Padahal sekolah ini pernah juara 1 Adiwiyata tingkat nasional. Kenapa bisa sampai seperti ini. Ke mana itu dana BOS-nya. Harusnya dengan pemeliharaan ringan, hal ini tidak akan terjadi sampai saat seperti sekarang ini," tegasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah perbaikan. Tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan telah masuk daftar prioritas rehabilitasi dan dianggarkan melalui perubahan APBD tahun ini.

Sementara untuk fasilitas toilet, Pemkab Bandung Barat menggandeng REI Jawa Barat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).

"Untuk toilet, alhamdulillah kita dibantu CSR dari REI Jawa Barat melalui Pak Norman. Semua perbaikan toilet akan dilakukan oleh mereka. Sementara tiga ruang kelas sudah kita anggarkan dan kita pastikan perbaikannya segera berjalan," tandas Jeje.***


Editor : JakaPermana