Sonya Fatmala Terima Banyak Laporan Pencabulan dan Pelecehan Seksual di KBB
Sonya Fatmala menyebutkan, adanya program Geprak memberikan dampak terkait maraknya kasus pencabulan dan pelecehan seksual di KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ketua P2TP2A KBB Sonya Fatmala mengakui banyak mendapat laporan terkait dengan maraknya kasus pencabulan dan pelecehan seksual di KBB.
Bahkan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) belum lama ini melakukan pendampingan kepada seorang bocah perempuan yang mengalami pencabulan dan pelecehan seksual di KBB yang dilakukan tetangga di kawasan Padalarang. Sonya Fatmala mengatakan, dengan adanya program Geprak itu makin marak laporan yang diterima.
"Sebenarnya di satu sisi kita bersyukur karena banyak yang bisa tangani. Tapi, di satu sisi kita juga miris karena dengan adanya program ini kita sebenarnya tidak mengharapkan laporan apapun dan tidak ingin ada kejadian pencabulan dan pelecehan seksual di KBB," katanya kepada wartawan.
Baca Juga: W20 Sispreneur Diresmikan Sebagai Aksi Nyata untuk Para UMKM Perempuan Indonesia Go Digital
Ia menilai, segala sesuatu saat ini sudah semakin modern dan liar. Kendati begitu, pihaknya bersyukur dengan adanya program Geprak ini jadi banyak yang melapor.
"Kita harus berani melapor dan berani untuk menegakkan kebenaran. Dan dengan adanya keberanian itu kami sangat terbantu sekali," ujarnya.
Dengan maraknya laporan tersebut, sambung dia, pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi termasuk melalui program genre go to school (Getol).
Baca Juga: Urai Macet di Puncak, Pemerintah Pusat Bakal Bangun Jalan Tol Caringin-Cianjur
"Kami berjalan bersama Duta Genre yang ada di KBB, berkeliling ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan tentang pernikahan dini, seks bebas, bahaya obat-obatan terlarang dan lainnya," bebernya.
Selain itu, tambah dia, pihaknya pun berkeliling ke tiap kecamatan untuk menyosialisasikan program Geprak yang diselingi dengan pengajian bersama Muslimat NU.
"Jadi memang sasarannya ibu rumah tangga dan lainnya, karena sasaran kami bukan hanya pelecehan seksual, tapi KDRT di KBB. Makanya kami targetkan juga agar tidak lagi terjadi," pungkasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


