Soroti Kasus Nizam di Sukabumi, PPPA Gandeng BKKBN Cegah Kekerasan Anak

Ini adalah respons atas meninggalnya seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh ibu tirinya.

Soroti Kasus Nizam di Sukabumi, PPPA Gandeng BKKBN Cegah Kekerasan Anak
Soroti Kasus Nizam di Sukabumi, PPPA Gandeng BKKBN Cegah Kekerasan Anak

INJLAHKORAN.ID - Kementerian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memperkuat langkah perlindungan anak dengan menggandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkokoh peran keluarga sebagai benteng utama pencegahan kekerasan terhadap anak.

Pelaksana Tugas Deputi Perlindungan Khusus Anak PPPA, Indra Gunawan, menyebut penguatan fungsi keluarga menjadi fokus penting selain memperkuat unit layanan penanganan kasus kekerasan terhadap anak.

Ia menegaskan, ke depan PPPA akan terus merangkul berbagai pihak lintas kementerian untuk memastikan keluarga kembali berfungsi sebagai ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Kami tidak hanya memperkuat layanan penanganan kasus, tapi juga menggandeng kementerian lain, termasuk Kemendukbangga BKKBN, untuk bersama-sama memperkuat peran keluarga sebagai pilar perlindungan anak,” ujar Indra, Senin 23 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas meninggalnya seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Indra menekankan, keluarga seharusnya menjadi tempat pertama dan utama bagi anak untuk merasakan rasa aman serta kenyamanan, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik maupun mental.

“Keluarga idealnya menjadi ruang aman bagi anak. Dari situlah anak bisa tumbuh dengan sehat dan optimal,” ujarnya.

Dalam kasus di Sukabumi tersebut, korban dilaporkan meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam serta luka bakar di tubuh. Sehari-hari, korban tinggal di pesantren. Namun saat peristiwa terjadi, korban sedang berada di rumah karena libur untuk persiapan awal Ramadan bersama keluarga.

Pada hari kejadian, ayah korban yang tengah bekerja di wilayah Kota Sukabumi menerima telepon dari istrinya yang meminta agar segera pulang dengan alasan kondisi anak memburuk. Setibanya di rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.


Editor : Firda Rachmawati