SPMB 2025 di Kota Cimahi, Sejumlah Orang Tua Siswa Pilih Datang Langsung ke Sekolah

Pada SPMB 2025 ini, sejumlah orang tua calon siswa masih terus berdatangan ke sejumlah sekolah SMA maupun SMK di Kota Cimahi untuk mempertanyakan cara mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah yang dituju.

SPMB 2025 di Kota Cimahi, Sejumlah Orang Tua Siswa Pilih Datang Langsung ke Sekolah
Di SMKN 3 Kota Cimahi misalnya, sejumlah orang tua masih terus berdatangan untuk mendaftarkan anaknya meski pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB 2025 yang dilakukan secara online. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Cimahi - Pada SPMB 2025 ini, sejumlah orang tua calon siswa masih terus berdatangan ke sejumlah sekolah SMA maupun SMK di Kota Cimahi untuk mempertanyakan cara mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah yang dituju.

Di SMKN 3 Kota Cimahi misalnya, sejumlah orang tua masih terus berdatangan untuk mendaftarkan anaknya meski pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB 2025 yang dilakukan secara online.

"Untuk hari kedua SPMB 2025 ini masih banyak orang tua calon siswa yang datang langsung ke sekolah. Tapi yang paling banyak itu di hari pertama," kata Ketua Pelaksana SPMB SMKN 3 Cimahi Wiwik Wahyuni, Rabu 11 Juni 2025.

Menurutnya, banyaknya orang tua yang datang langsung ke sekolah di hari pertama lantaran mereka khawatir dengan proses pendaftaran online.

"Banyak yang datang dari pra-pendaftaran juga, untuk menanyakan proses pendaftarannya seperti apa," tuturnya.

Padahal, sambung Wiwik, pihak sekolah telah menyosialisasikan sistem pendaftaran yang sepenuhnya dilakukan secara online.

"Tapi masih banyak juga yang datang ke sini mungkin karena kekhawatiran orang tua takutnya tidak bisa daftar secara online, maka mereka lebih memilih datang langsung," katanya.

Kendati demikian, sebut Wiwik, di hari kedua ini orang tua yang datang tidak terlalu banyak. Sebab, mereka mulai memahami sistem pendaftaran yang sudah dijelaskan sebelumnya.

"Untuk hari ini agak sedikit berkurang, mungkin mereka sudah lebih paham dari sistem yang kemarin sudah disampaikan," ujarnya.

Wiwik menjelaskan, salah satu penyebab kekhawatiran orang tua pada hari pertama adalah kondisi server yang belum stabil.

"Servernya juga masih belum stabil. Orang tua kelihatannya cemas, takutnya anaknya tidak bisa terdaftar di sekolah, padahal sebenarnya masalahnya di server," ucapnya.

Berbeda dengan hari pertama, di hari kedua pelaksanaan SPMB, sistem pendaftaran berjalan lebih lancar.

"Alhamdulillah untuk hari kedua ini tidak ada kendala. Kemarin di jam segini sudah penuh. Tapi sekarang alhamdulillah mungkin sudah sebagian dikerjakan di rumah," tambah Wiwik.

Orang tua calon siswa yang datang ke sekolah, Kokom Komalasari (53) mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam pelaksanaan SPMB tahun 2025 ini.

Namun, warga Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara itu mengeluhkan sulitnya mengunggah dokumen melalui ponsel.

"Kalau pakai HP itu susah upload-nya, karena jaringannya. Yang cepat itu pakai laptop. Tapi kan enggak semua orang punya atau bisa bawa ke sekolah," katanya.

Akibat kondisi itu, terang Kokom, dirinya terpaksa harus bolak-balik ke sekolah karena pendaftaran yang dilakukan di rumah kerap mengalami gangguan sistem.

"Sudah dua hari ini dikerjakan di rumah juga error-error aja gitu. Balik lagi ke sini, harus datang ulang. Diperbaiki lagi persyaratan yang belum lengkap," jelasnya.

Sementara itu, salah satu pendaftar, Melodya Fiersa (15), memilih mendaftar ke SMKN 3 Cimahi karena alasan jurusan dan lokasi yang dekat dari rumahnya.

"Selain aku yang mau ke sini, ada jurusan perkantoran kan, maunya ke sana," ujar Melodya.

Melodya juga menjelaskan bahwa ia mengikuti jalur umum atau jalur rapor dalam pendaftaran.

"Pengen masuk jurusan perkantoran karena pengen kerja di instansi-instansi gitu. Jadi lihat di SMKN 3 ada jurusannya, ya saya coba masuk situ. Bukan cita-cita sih, tapi lebih pengen aja kerja di perkantoran kayak gitu," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani