SPMB 2026 Masih Berlangsung, Disdik Jabar Catat Hampir 300 Ribu Calon Murid Mendaftar

Disdik Jabar mencatat lonjakan partisipasi dalam pelaksanaan SPMB 2026. Hingga memasuki pekan terakhir masa pendaftaran, jumlahnya mencapai 300 ribuan peserta.

SPMB 2026 Masih Berlangsung, Disdik Jabar Catat Hampir 300 Ribu Calon Murid Mendaftar
Sejumlah calon peserta didik mendatangi panitia SPMB 2026 di sekolah. (dok)

INILAHKORAN.ID - Disdik Jabar mencatat lonjakan partisipasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. 

Hingga memasuki pekan terakhir masa pendaftaran, jumlah calon murid yang telah mengakses dan mendaftarkan diri melalui sistem mendekati angka 300 ribu peserta.

Data tersebut menunjukkan tingginya animo untuk mengikuti proses seleksi masuk SMA, SMK, dan SLB negeri di Jabar. Seiring pendaftaran yang masih dibuka hingga 8 Juni 2026, jumlah peserta diperkirakan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar Suhendar mengungkapkan, hingga Kamis (4/6/2026) pukul 13.00 WIB, sistem telah merekam ratusan ribu pendaftar dari berbagai daerah di Jabar.

"Hingga Kamis, 4 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 292.086 calon murid telah melakukan pendaftaran melalui sistem, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat masa pendaftaran masih berlangsung hingga 8 Juni 2026," ujar Suhendar, Jumat (5/6/2026).

Sisi lain, proses pemeriksaan dan validasi berkas peserta juga terus dikebut. Dari total pendaftar yang masuk ke sistem, puluhan ribu calon murid telah dinyatakan lolos tahap verifikasi data.

Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 65.279 peserta telah berhasil menyelesaikan proses verifikasi yang menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi.

"Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti proses SPMB 2026 dan terus berupaya memberikan layanan yang optimal bagi calon murid maupun orang tua," ucapnya.

Tingginya jumlah pendaftar, menjadi salah satu indikator bahwa sistem yang digunakan tahun ini mampu menampung akses masyarakat dalam skala besar. Disdik Jabar mengklaim, telah melakukan berbagai pembenahan sebelum pelaksanaan SPMB dimulai.

Perbaikan dilakukan berdasarkan evaluasi penyelenggaraan penerimaan murid baru tahun sebelumnya, mulai dari penguatan infrastruktur teknologi hingga penyempurnaan fitur layanan yang digunakan masyarakat.

"Baik dari sisi infrastruktur maupun fitur layanan, (kemudian) kapasitas dan ketahanan sistem telah diperkuat untuk mendukung kelancaran akses masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung," katanya.

Tak hanya memperkuat sistem, Disdik Jabar juga melakukan integrasi data dengan sejumlah instansi guna meminimalkan potensi kesalahan administrasi. Proses pencocokan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan data kependudukan dilakukan lebih awal, bersamaan dengan pemadanan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemeriksaan dokumen, sekaligus meningkatkan akurasi data peserta yang mengikuti seleksi.

"Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses verifikasi data yang lebih cepat, akurat, dan efektif bagi calon murid yang mengikuti SPMB 2026," sambungnya.

Selain aplikasi SPMB, pemerintah juga terus memantau kinerja aplikasi Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang digunakan dalam mendukung proses penerimaan tahun ini. Pengawasan dilakukan secara berkala, guna memastikan layanan tetap stabil saat diakses secara bersamaan oleh ribuan pengguna.

"Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, berbagai upaya optimalisasi juga dilakukan agar layanan dapat diakses dengan baik oleh masyarakat selama tahapan SPMB berlangsung," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani