Stok Vaksin Booster Habis, Dinkes KBB Tunggu Pasokan

Sebanyak 4.000 dosis vaksin booster jenis Pfizer di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan telah habis.

Stok Vaksin Booster Habis, Dinkes KBB Tunggu Pasokan
Sebanyak 4.000 dosis vaksin booster jenis Pfizer di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan telah habis.
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak 4.000 dosis vaksin booster jenis Pfizer di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan telah habis.
 
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), pada Dinas Kesehatan, KBB, Nurul Rasyihan mengatakan, stok vaksin dosis ketiga tersebut habis lantaran telah didistribusikan ke puskemas di tiap kecamatan, pada awal Juli 2022.
 
Menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu pasokan vaksin booster dari Pemprov Jabar yang diprediksi datang kembali pada pertengahan bulan Juli 2022.
 
 
"Betul habis, kemarin stok 4.000 dosis sudah kita salurkan ke puskesmas-puskesmas. Masih menunggu pasokan dari Pemprov Jabar," katanya.
 
Ia menjelaskan, ketersediaan vaksin booster sangat diperlukan mengingat adanya kebijakan syarat wajib vaksin dosis tiga bagi pelaku perjalanan dan masuk pusat perbelanjaan mal. 
 
"Pemerintah Pusat memutuskan kebijakan ini berlaku, mulai 17 Juli 2022," jelasnya.
 
 
Ia menyebut, program vaksinasi dosis 1, 2 dan 3, nantinya dilaksanakan di sejumlah puskesmas terdekat. Termasuk, di acara-acara OPD dengan menerjunkan mobil vaksin. 
 
Sementara itu, untuk ketersediaan vaksin dosis 1 dan 2, Dinkes KBB saat ini masih memiliki sekitar 76 ribu dosis Sinovac. 
 
"Untuk dosis 1 dan 2 kita punya stok Sinovac 76 ribu. Untuk vaksin tiga karena harus berbeda dari 1 dan 2, jadi tunggu pasokannya datang," sebutnya.
 
 
Terkait dengan progres vaksinasi di KBB, kata dia, data Minggu 10 Juli 2022 menyebutkan, dosis  mencapai 102,36 persen, dosis dua 82,74 persen, dan dosis tiga 35,25 persen. 
 
"Untuk lansia dosis satu sudah mencapai 114,02 persen, dosis dua 90,32 persen, dan dosis tiga 49,82 persen.
 
Ia menambahkan, kesadaran untuk vaksin tiga ini agak rendah makanya capainya sulit naik. 
 
 
"Ini karena warga sudah terlalu nyaman dengan adanya pelonggaran kegiatan," tandasnya.*** (agus satia negara).
 
 


Editor : inilahkoran