Sudah Ditangkap, SN Guru Ngaji di Pangalengan yang Sodomi Muridnya Kini Ditahan
Polisi sudah menangkap dan menahan SN oknum guru ngaji yang melakukan aksi sodomi kepada puuhan muridnya di Pangalengan Kabupaten Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – SN, oknum guru ngaji di Pangalengan yang melakukan aksi sodomi kepada puluhan muridnya sudah ditahan di Mapolresta Bandung.
SN (33), diamankan setelah polisi lakukan penyelidikan dan pemeriksaan terkait dugaan tindakan kejahatan seksual atau sodomi kepada puluhan murid saat dirinya menjadi guru ngaji di Pangalengan.
"Sudah (diamankan), besok akan dirilis," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat dihubungi via ponselnya, Rabu 13 April 2022.
Baca Juga: Kantongi Bukti, Polisi Buru SN Oknum Guru Ngaji di Pangalengan yang Sodomi Muridnya
Ibrahim mengatakan, saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti lainnya, yang mendukung penyidikan terhadap SN.
"Sudah diproses. Statusnya masih Lidik, pengembangan alat bukti," ucapnya.
Sebelumnya, Satreskrim Polresta Bandung membenarkam adanya kasus dugaan kejahatan seksual terhadap puluhan anak laki-laki oleh seorang okum guru ngaji berinisial SN (33) di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Hasil visum psikiatri, menunjukan jika anak-anak ini telah menjadi korban kebiadaban SN.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo didampingi Kasatreskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan atau memintai keterangan kepada 10 orang anak. Hasilnya dari visum memang luka pada rektum atau anus mereka secara fisik banyak yang telah pulih. Namun demikian, pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan visum psikiatri.
"Kalau rektum atau anus itu sifatnya elastis, sehingga sebagian besar sudah tidak ada bekas luka. Kemudian kami lanjutkan dengan visum psikiatri. Hasil visum psikiatri ini membenarkan jika 10 orang anak yang diperiksa ini telah menjadi korban sodomi oleh pelaku. Hasil visim psikiatri inilah yang kami jadikan alat bukti untuk menjerat tersangka," kata Oliestha kepada INILAHKORAN melalui sambungan telepon, Salasa 12 April 2022.
Baca Juga: Bejat, SN Oknum Guru Ngaji di Pangalengan Sodomi Puluhan Anak Didiknya
Oliestha mengakui jika keterangan dari pelapor, bahwa anak-anak yang telah menjadi korban dari SN ini jumlahnya puluhan orang anak. Namun demikian, untuk sementara, pihaknya melakukan pemeriksaan dan menjadikan dasar laporan sebanyak 10 orang anak.
"Karena kasus seperti ini kan sensitif dan tabu yah. Terkadang anak atau orang tuanya tidak terbuka dan malah menutupi apa yang telah menimpa mereka. Sehingga, yang kami jadikan alat bukti atau dasar pelaporan untuk sementara ini 0 orang anak. Namun demikian, kalau berdasarkan keterangan pelapor jumlah korban ini masih bisa berkembang," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Puluhan anak laki-laki dibawah umur warga Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, diduga telah menjadi korban sodomi oleh seorang pria berinisial SN (33). Diduga pelaku SN telah melancarkan aksi bejatnya itu lebih dari lima tahun dengan korban puluhan anak laki-laki usia sekolah dasar (SD) hingga SMP.
Baca Juga: MIRIS! Sebelum Disodomi, Oknum Guru Ngaji di Pangalengan Paksa Anak-anak Nonton Video Porno
Sumber inilahkoran di Pangalengan menyebutkan, kejadian ini bermula dari pengakuan cucu laki-laki nya yang berusia sekitar 13 tahun. Cucu nya itu mengatakan jika SN yang berprofesi guru ngaji itu pelaku cabul terhadap anak laki-laki. Sehingga, ia tak mau lagi mengaji di rumah SN.
"Awalnya cucu saya itu sudah seminggu lebih enggak mau pergi ngaji. Nah setelah dimarahi oleh ibunya, si anak ini kesal mungkin yah, dan dia cerita kalau SN itu pelaku sodomi. Makanya cucu saya itu enggak mau ngaji lagi di rumahnya si SN," katanya.
Dikatakannya, karena penasaran ia dan ibu dari cucunya ini, terus menggali informasi. Termasuk mengumpulkan anak-anak yang kata cucunya telah menjadi korban sodomi oleh SN. Sampai-sampai, anak-anak ini dibujuk dan dirayu agar mau menceritakan perbuatan SN kepada mereka.
"Teman-teman cucu saya yang katanya jadi korban itu, diajak ke rumah satu persatu. Dibujuk agar mau cerita soal dugaan sodomi yang dilakukan oleh SN kepada mereka itu. Pela-pelan ajah diajak ngomong, dan akhirnya mereka terbuka mau cerita soal perbuatan SN itu. Nah kalau cucu saya untungnya dia enggak jadi korban, soalnya setiap SN mau berbuat dia selalu melawan," ujarnya.
Baca Juga: Keluarga Korban Ingin SN Dihukum Mati, Usai Guru Ngaji di Pengalengan itu Sodomi Puluhan Muridnya
Berdasarkan cerita dari anak-anak yang diduga telah menjadi korban ini, sebelum melakukan aksi bejatnya. Pelaku mengajak anak-anak yang rata-rata masih duduk dikelas 4-6 SD itu nonton video porno dari ponsel miliknya. Usai nonton, anak yang masih polos ini diajak memeragakan adegan dalam video tersebut. Perbuatan ini biasa dilakukan oleh SN sejak sekitar lima tahun lamanya.
"Kata anak-anak itu biasanya dilakukan di WC sekolah tempat dia mengajar, ruang kelas saat sepi. Selain itu, dilakukan juga saat dia membawa anak-anak pentas marawis dan piknik ke luar seperti ke Cipanas atau ketempat lainnya. Korbannya rata-rata masih duduk di kelas 4-6 SD," katanya. (Cesar Yudistira)
Editor : inilahkoran


