Syahrir Resmi Kembali ke Parlemen Jabar, Fraksi Gerindra Plot di Komisi I
DPRD Provinsi Jawa Barat resmi melantik Syahrir sebagai anggota, melalui rapat paripurna beberapa waktu lalu, menggantikan M BN Holik Qodratullah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - DPRD Provinsi Jawa Barat resmi melantik Syahrir sebagai anggota, melalui rapat paripurna beberapa waktu lalu, menggantikan M BN Holik Qodratullah.
Fraksi Partai Gerindra, memplot Syahrir menjadi anggota Komisi I pasca dilantik, melalui Pergantian Antar Waktu (PAW).
Syahrir sendiri bukan orang asing di parlemen Jabar, karena pada periode sebelumnya dirinya juga menjadi anggota Komisi I DPRD.
Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menjelaskan, pelantikan atau pengambilan sumpah janji Syahrir tersebut menggantikan M BN Holik Qodratullah dari Fraksi Gerindra.
Dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Syahrir akan menggantikan posisi M BN Holik Qodratullah dari Fraksi Gerindra sebelumnya yakni, sebagai anggota Komisi I dan anggota Badan Pembentukan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Barat.
Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 Pasal 112 ayat (1) yang menyebutkan, bahwa anggota DPRD PAW menjadi anggota pada alat kelengkapan anggota AKD DPRD yang digantikannya.
“Setelah dilantik, saya berharap Bapak Syahrir bisa bekerja cepat, memaksimalkan kemampuannya sebagai wakil rakyat. Ia cukup berpengalaman, saya percaya dirinya bisa langsung kerja cepat, ini merupakan periode dirinya yang ke-4,” ujar Buky.
Pihaknya meyakini, kemampuan Syahrir tidak diragukan lagi, karena cukup berpengalaman di DPRD Jabar.
“Atas nama pimpinan dan segenap Anggota DPRD Jawa Barat mengucapkan selamat datang di lingkungan DPRD Jawa Barat, dan selamat bekerja kepada Bapak Syahrir, yang baru saja diambil sumpah sebagai anggota DPRD Jawa Barat,” tambah dia.
Sementara Syahrir mengatakan akan memperjuangkan beberapa masalah di Jabar, antaranya kemudahan masyarakat terhadap akses kesehatan, ketersedian pupuk bagi para petani, wajib belajar 12 tahun yang dinilai masih perlu ditingkatkan, termasuk pembangunan sekolah SMA Negeri atau SMK Negeri di setiap kecamatan dan lainnya.
“Di bidang kesehatan salah satunya, puskesmas rawat inap harus banyak tersebar di seluruh daerah, ini yang akan saya perjuangkan salah satunya,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

