Tahun ini Kabupaten Bandung Berangkatkan 1.167 Calon Jamaah Haji
Sebanyak 1.167 calon jemaah asal Kabupaten Bandung siap berangkat pada musim haji 1443 H/2022 M. Begini kata Bupati Dadang Supriatna.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN- Sebanyak 1.167 calon jemaah asal Kabupaten Bandung siap berangkat pada musim haji 1443 H/2022 M.
Para calon jamaah haji asal Kabupaten Bandung ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) utuh dan tiga kloter gabungan
Kloter utuh calon jamaah haji yang diberangkatkan sebanyak 404 orang setiap kloter (20 dan 29).
Sedangkan kloter gabungan yakni 3 orang pada kloter 38, 301 orang pada kloter 43 dan 55 orang pada kloter 44.
Baca Juga: Gedung DPRD 'Diteror' Bom, 20 Personel Jihandak Lakukan Tindakan Represif
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, sampai saat ini masih menunggu jadwal keberangkatan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung.
“Untuk jadwal keberangkatan belum ada, kami terus berkoordinasi dengan Kemenag. Namun rencananya tempat pemberangkatan para calon haji ini akan dilaksanakan di Lanud Sulaiman,” kata Dadang di sela kegiatan Rapat Persiapan Pemberangkatan Jemaah Haji di Grand Sunshine Resort & Convention, Soreang, Rabu 25 Mei 2022.
Dikatakan Dadang, sedangkan untuk kloter 1 Jawa Barat, akan masuk embarkasi pada 3 Juni 2022 dan takeoff pada 4 Juni 2022, dengan jumlah hari penerbangan sekitar 30 hari.
Dadang juga menyampaikan, jamaah yang berangkat merupakan calhaj yang berhak berangkat tahun 1441 H / 2020 M, yang tertunda akibat pandemi covid-19.
Baca Juga: Thomas Doll Ungkap Kebutuhan Pemain Asing Persija, Ini Slot Posisi yang Dicari
Dalam persiapan itu, Dadang mengatakan bahwa para calon jemaah haji dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah (pemda).
"Silakan gunakan dengan sebaik-baiknya fasilitas yang dimiliki Pemda agar dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan untuk para calon jemaah haji atau tempat manasik," ujarnya.
Dadang juga mengingatkan para pembimbing haji untuk lebih tertib dalam mengatur pergerakan jamaah selama musim haji, termasuk disiplin protokol kesehatan (prokes).
"Karena musim haji kali ini diperkirakan agak berat, soalnya masuk musim panas. Untuk itu seluruh jamaah harus memperhatikan kondisi fisik dan kesehatannya," ujarnya.
Baca Juga: Robert Alberts Boyong Seluruh Peman untuk TC di Batam
Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Maulana Fahmi meminta para calon jamaah haji yang tak bisa berangkat tahun ini bisa bersabar.
Hal tersebut sudah menjadi kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Saudi Arabia.
Pembatasan usia maksimal 65 tahun dan minimal 18 tahun ini, membuat jumlah calon jamaah haji asal Kabupaten Bandung, bahkan nasional berkurang.
Baca Juga: Evaluasi Mudik dan Arus Balik Lebaran Tahun 2022, Begini Kondisi Jalan di Wilayah Jawa Barat
"Kabar menggembirakannya setelah dua tahun ditutup sekarang ibadah haji dibuka lagi. Namun disisi lain juga banyak yang sedih dan kecewa karena terkena pembatasan usia. Saya mohon untuk bersabar, karena itu kebijakan dari sana," ujarnya.
Kepada para ulama, terutama para asatid penyelenggara ibadah haji, yang tidak dapat berangkat tahun ini. Mohon bersabar, sekaligus turut menenangkan dan membesarkan hati para calon jamaah haji yang batal diberangkatkan tahun ini.
Fahmi berharap, pada penyelenggaraan ibadah haji kedepannya, Pemerintah Saudi Arabia bisa menghapus kebijakan usia serta memberikan kuota haji lebih banyak. Ia juga berharap, pelaksanaan ibadah haji tahun ini bisa berjalan lancar, baik secara administrasi maupun pelaksanaannya.
"Juga jangan lupa selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Semoga kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat," katanya.***(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


