Tak Kapok Berurusan dengan Polisi, Seorang Residivis Nekat Edarkan Sabu di Bandung Barat

Eki Maulana Setiadi alias EMS harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian usai kedapatan mengonsumsi dan mengedarkan narkotika jenis sabu.

Tak Kapok Berurusan dengan Polisi, Seorang Residivis Nekat Edarkan Sabu di Bandung Barat

INILAHKORAN, Cimahi - Eki Maulana Setiadi alias EMS harus kembali berurusan dengan pihak kepolisian usai kedapatan mengonsumsi dan mengedarkan narkotika jenis sabu.

EMS alias Paku ini juga diketahui merupakan anggota geng motor yang juga seorang residivis dalam kasus pengeroyokan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia. 

"Jadi pelaku ini mengedarkan sabu ke sesama rekannya anggota geng motor serta para pelanggannya di wilayah Lembang, Bandung Barat," kata Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra di Mapolres Cimahi.

Tak cuma itu, sebut Niko, tersangka EMS juga pernah dikurung untuk kasus pembunuhan dan atau pengeroyokan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia di tahun 2016.

"Sementara untuk kasus sabu-sabu, tersangka sudah menjalankan aksinya sekitar dua bulan," sebutnya.

Dari pengakuan EMS, ungkap Niko, tersangka ini masih tercatat sebagai anggota aktif geng motor dan mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu dari seseorang yang berinisial R. Pada kasus ini masih dilakukan pendalaman dari mana pasokan sabu ini didapatkan.

"Tersangka dijanjikan mendapat keuntungan berupa uang sebesar Rp500.000 setiap kali transaksi dan bisa juga menggunakannya," ungkapnya.

Atas perbuatannya tersangka bakal dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun dan atau denda minimal Rp800 juta maksimal Rp8 miliar. 

Tersangka EMS menyebutkan, mendapatkan sabu dari seseorang berinisial R. Dia menjual barang tersebut ke rekan sesama geng motor dan uangnya dipergunakan untuk menuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Jualnya ke temen-temen satu geng atau pelanggan dan tetangga di rumah, kalau dapat uangnya buat sehari-hari," ucap mantan marketing salah satu bank swasta ini. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti